Kamis, 21 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Kata Satgas Covid-19 Tentang Fasilitas Penunjang Protokol Kesehatan saat Pilkada

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Kamis, 10 Desember 2020 | 21:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi. Foto Istimewa/BAWASLU)


Hargo.co.id, JAKARTA –Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyayangkan minimnya fasilitas penunjang protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan, disinfektan hingga petugas pengawas protokol kesehatan saat pencoblosan pilkada serentak.

“Kepatuhan institusi dan kesediaan fasilitas penunjang seperti tempat cuci tangan, disinfektan, petugas pengawas penerapan protokol kesehatan, masih rendah yaitu di bawah 50 persen,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid -19 Wiku Adisasmito, Kamis (10/12/2020) seperti yang dilansir jpnn.com.

BACA  Pemerintah Suplai Bantuan untuk Pekerja Pariwisata di Gorontalo

Wiku mengingatkan masih terdapat tahapan lain dalam pilkada usai pemungutan suara yakni rekapitulasi hasil pilkada, penetapan pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pelantikan.

Dia meminta penyelenggara pilkada, masyarakat dan pimpinan daerah untuk terus menjaga situasi kondusif yang sudah berjalan baik hingga seluruh rangkaian pilkada tuntas.

“Saya ingatkan bahwa masyarakat dan juga pasangan calon dilarang untuk melakukan kegiatan pengerahan massa dalam pilkada saat merayakan kemenangan setelah hasil hitung cepat keluar,” ujarnya.

BACA  Hingga 3 Januari 2021, Gorontalo Utara Tutup Seluruh Destinasi Wisata

Satgas Penanganan COVID-19 mengingatkan saat ini Indonesia masih mengalami pandemi sehingga diperlukan kebijaksanaan dari seluruh pihak untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyularan COVID-19.

Di sisi lain, Wiku menyatakan kepatuhan masyarakat yang berpartisipasi di pilkada cukup baik dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

BACA  Polsek Tilongkabila Gencar Razia Protokol Kesehatan Jelang Tahun Baru

Rata-rata kepatuhan individu memakai masker di area tempat pemungutan suara (TPS), kata dia, sebesar 95,96 persen. Sementara kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan mencapai 90,71 persen.

“Ternyata masyarakat yang berpartisipasi dalam pilkada berhasil menerapkan 3M yang merupakan modal utama semua dalam beraktivitas dan menekan penularan. Ini perlu diapresiasi,” kata Wiku. (antara/jpnn)


Komentar