Kamis, 6 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Komentar Barista Gorontalo Soal Kopi Pinogu

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo , pada Jumat, 5 Mei 2017 | 22:22 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Dengan cita rasa yang khas, Kopi Pinogu memiliki potensi untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional. Seperti Kopi Toraja ataupun Kopi Aceh Gayo yang sudah mendunia.

Untuk mencapai hal itu, banyak hal yang harus diperhatikan mulai proses budidaya, panen, paca panen hingga pengolahan biji kopi. Barista Gorontalo Aldiansyah MF mengemukakan, kelemahan yang dijumpai pada Kopi Pinogu yaitu biji kecil, rapuh dan rusak.

Ia menilai hal itu dikarenakan sejumlah faktor. Di antaranya belum adanya pemetaan lahan. Hal itu sangat penting untuk mengatur proses penanaman hingga panen.

BACA  NKRI Peduli Salurkan Bansos Kepada 807 KPM di Popayato

“Perlu dilakukan pembagian lahan mana yang bisa ditumbuhi Robusta dan Liberika,” ujar Aldiansyah.

Menurut Aldi (sapaan akrab Aldiansyah), perawatan tanaman kopi juga perlu. Apalagi tanaman Kopi Pinogu dibudidayakan secara organik.

“Tanaman Kopi Pinogus bagus karena dibudidaya secara organik. Tanaman kopi yang tak menggunakan bahan kimia lebih mahal harganya,” kata Aldi.

Faktor lain yang memengaruhi kualitas Kopi Pinogu dalah proses pemetikan. Menurut Aldiansyah, kalangan petani masih sering memetik kopi saat masih berwarna hijau.

BACA  Yayasan Ummu Syahidah Dapat Bantuan Mobil Ambulans 

“Idealnya kopi dipetik pada saat berwarna merah. Sebab, kalau belum merah berarti biji kopi belum bagus. Sehingga sifat rasa Kopi Robusta yaitu rasa kacang dan coklat tak keluar,” ujarnya.

Pria yang mengantongi Sertifikat Profesional Barista Badan Nasional Standar Sertifikasi Profesi (BNSSP) ini menyarankan agar dilakukan grading (pembagian) kelas Kopi Pinogu.

Sehingga bisa diklasifikasikan kopi yang berkualitas tinggi dan yang berkualitas rendah.

“Panen kopi juga harus dilakukan secara berkala. Di samping itu proses pemangkasan juga berpengaruh terhadap panen,” kata Aldi.

BACA  Lewat Paripurna, Gubernur Gorontalo Resmi Serahkan LKPJ 2020 Ke DPRD

Lebih lanjut Aldiansyah mengungkapkan, faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah proses roasting atau sangrai. Proses roasting menjadi penentu kualitas kopi yang dihasilkan (cita rasa,red). Proses roasting yang tak baik mengakibatkan kualitas kopi hilang.

“Kopi Pinogu masih perlu banyak mendapat perhatian. Petani sangat perlu diberikan pendampingan bagaimana memelihara kopi yang baik. Sebab, Kopi Pinogu bisa menjadi salah satu komoditas istimewa Gorontalo,” tuturnya.(tr-45/hargo)


Komentar