Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Kronologi Baku Tembak Satgas Tinombala dan Mujahidin Indonesia Timur

Oleh Jamal De Marshall , dalam Kabar dari Timur , pada Minggu, 15 Desember 2019 | 01:49 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, POSO – Satu anggota kepolisian Bharatu Saiful meninggal dunia akibat peristiwa baku tembak dengan sekelompok sipil bersenjata yang diduga pelaku teror di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Anggota Satuan Brimob Polda Sulteng itu meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian leher belakang (pundak) dan perut.

BACA  Begini Penampakan Personel TNI dan Polri saat Baku Tembak dengan KKB di Papua

”Bagian sini (sambil menunjuk pundak) dan satu di perut,” ujar Kapolda Sulteng Irjen Lukman Wahyu Hariyanto, saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sabtu dini hari.

Kapolda Sulteng memastikan bahwa pelaku insiden serangan tersebut merupakan kelompok sipil bersenjata yang selama ini diburu oleh pihak kepolisian. Yaitu dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur.

BACA  OPM Ancam Serang Maskapai Pengangkut TNI-Polri

Menurutnya, pada saat kejadian, sempat terjadi baku tembak antara aparat dari Satuan Tugas Tinombala dan sejumlah terduga teroris itu, jarak antara pos dan masjid yang relatif jauh membuat kelompok tersebut berhasil melarikan diri.

BACA  Mentan SYL Tingkatkan Produksi Pertanian di Sulawesi Utara

”Jaraknya antara masjid itu kurang 400 meter yah, akhirnya anggota juga baku tembak, diberondong mereka lari. Pasti Ali Kalora,” ujarnya pulla.

“Mohon doanya, saya juga sedih. Semoga husnul khotimah,” ujar Kapolda Sulteng itu pula.

*Berita ini juga disiarkan oleh jpnn.com pada edisiĀ  Sabtu, 14 Desember 2019


Komentar