Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Lho Support Menhub Budi Karya buat Aksesibilitas Pariwisata

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Kamis, 8 Desember 2016 | 13:06 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id JAKARTA – Tiga poin penting arah kebijakan pengembangan aksesibilitas yang diprioritaskan Menhub Budi Karya Sumadi untuk “Indonesia Incorporated” di sektor pariwisata.

Yakni kemudahan akses, kenyamanan dan keamanan. “Kemudahan akses itu meliputi ketersediaan moda transportasi, kecukupan kapasitas dan keragaman moda transport,” ujar Budi Karya Sumadi, dalam Rakornas IV Kepariwisataan di Hotel Sultan, Jakarta 6-7 Desember 2016.

Sedangkan kenyamanan dan keamanan, menurut Budi Karya, terdiri atas kenyamanan sesuai kebutuhan dan perkembangan pasar. Dan keamanan moda transportasi untuk menjamin keselamatan perjalanan.

“Kami sudah berkomitmen dengan Pak Menpar Arief Yahya, untuk mensupport pengembangan akses yang inline dengan pengembangan destinasi pariwisata nasional,” ujar Budi Karya.

BACA  Pimpinan dan Anggota Tertular Covid-19, Komisi VIII DPR Lockdown

Komitmen itu bisa dilihat dan dirasakan oleh publik, antara lain di KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Danau Toba, dengan pembangunan jalur Kereta Api Rantau Prapat – Pinang, sepanjang 12 kilometer dan 8 jembatan.

KSPN Kepulauan Seribu Jakarta, dengan pelayanan angkutan laut perintis, Trayek Sunda Kelapa – Kepulauan Seribu. Lalu KSPN Tanjung Kelayang Belitung, dengan pembangunan terminal, pemenuhan standar runway strip dan peralatan keamanan penerbangan di Bandara Hanandjoeddin.

Di KSPN Wakatobi Sultra, dengan peningkatan dan pengembangan kapasitas Bandara, diantaranya Bandara Matahora di Wangi-wangi, dan juga kapasitas Bandara Halu Oleo yang sebelumnya bernama Bandar Udara Wolter Monginsidi di Kendari, Sultra. Juga pengembangan kapasitas Bandara Beto Ambari di Kota Baubau.

BACA  Komnas HAM Dorong Polisi Dalami Penyebab Kematian Wabup Sangihe

Di KSPN Borobudur Joglosemar, ada program pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan, ruas Jalan Kaperekan-Borobudur. DED reaktivasi jalur KA Yogya – Magelang, lalu pengerukan alur masuk Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, 359.000 M3.

KSPN Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, ini sedang ada program Penyusunan Studi Kelayakan Bandar Udara Purbaya (Malang Selatan). KSPN Labuan Bajo Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direncanakan untuk peningkatan dan pengembangan kapasitas Bandara Komodo. KSPN Morotai, pengembangan kapasitas bandara Kuabang Kao, di Desa Jati, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

KSPN Tanjung Lesung, Banten, sedang Analisa Dampak Lingkungan (Amdal), Pembangunan Jalur Kereta Api, Rangkas Bitung – Saketi – Labuan. Dan, KSPN Mandalika, Lombok International Airport, NTB.

BACA  Gelar Konsolidasi, Partai Emas Segera Mendaftar di Kemenkumham

Ada juga 27 bandara yang sudah dibuka dan beroperasi untuk internasional airport. Diantaranya, Sultan iskandar muda Banda Aceh, Maimun Saleh Sabang, Kualanamu Deli Serdang, Minangkabau, Padang, Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Hang Nadim, Batam, RH Fisabilillah, Tanjung Pinang, SM Badarudin II, Palembang, Husein Sastranegara, Bandung, Soekarno-Hatta, Tangerang, Halim Perdanakusumah, Jakarta, Adi Sumarmo, Solo, Ahmad Yani, Semarang, Adi Sutjipto, Yogyakarta, Juanda, Surabaya, Supadio, Pontianak, Sepinggan, Balikpapan, Juwata, Tarakan, Sam Ratulangi, Manado, Sultan Hasanudin, Makassar, Pattimura, Ambon, Frans Kaisiepo, Biak, Sentani, Jayapura, Mopah, Merauke.

Laman: 1 2


Komentar