Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Penyesalan Aleg Gorontalo Utara Soal Bupati Plesiran ke Belanda

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Rabu, 10 Mei 2017 | 07:44 Tag: , ,
  

KWANDANG, hargo.co.id – Agenda pelesir ke Benua Eropa yang dilakukan Bupati Indra Yasin bersama enam pimpinan SKPD, sedianya juga akan diikuti tiga pimpinan DPRD Gorut.

Namun, Pimdekab membatalkan keberangkatan karena perjalannya dinilai belum terlalu urgen.

Sepekan sebelum pemberangkatan, Wakil Ketua DPRD Djafar Ismail sudah membatalkan rencana ikut serta rombongan Bupati Indra Yasin untuk menghadiri penandatangan kerjasama tindaklanjut kemitraan yang dibangun Pemda Gorut bersama beberapa daerah lainnya di pesisir utara Sulawesi dengan Project Uitzending Managers (PUM) Netherland Senior Experts di Belanda.

“Sepekan sebelum pemberangkatan saya sudah nyatakan tidak ikut. Mengingat terjadi kekosongan pimpinan dewan jika saya juga ikut. Karena saat itu rencananya ketiga Pimdekab juga berangkat,” terang Djafar.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, dirinya juga mendapatkan undangan untuk menghadiri kegiatan tersebut, namun mengingat adanya ketentuan agar tidak terjadi kekosongan pimpinan dewan, maka dirinya membatalkan rencana ke negeri kincir angin tersebut.

Berikutnya Wakil Ketua DPRD Saiful Karim dan Ketua DPRD Nurdjannah Jusuf, menyatakan membatalkan pemberangkatan ke Eropa. Padahal, sesuai schedule, perjalanan tersebut bukan saja ke Belanda semata, akan tetapi rombongan akan ‘jalan-jalan’ ke beberapa negara seperti Jerman dan Prancis.

“Ya, saya tidak jadi berangkat,” kata Nurdjannah, kepada Gorontalo Post di kantor DPRD Gorut, Senin (8/5).

Terpisah, Saiful Karim menjelaskan, ada beberapa pertimbangan dirinya membatalkan agenda ke Belanda bersama rombongan Bupati Indra Yasin.

Pertama, soal anggaran daerah akan tersedot cukup besar, mengingat rombongan yang ikut dari SKPD cukup banyak.

“Untuk efisiensi anggaran, maka saya nyatakan batal berangkat, karena saya melihat sudah banyak SKPD yang ikut. Belum lagi kritikan banyak masyarakat sudha masif di sosial media,” terangnya.

Selain pertimbangan anggaran lanjut Saiful, dia menilai agenda ini belum terlalu urgen. Baiknya anggaran itu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rakyat yang masih sangat membutuhkan perhatian serius pemerintah.

“Memang disisi lain patut kita apresiasi upaya pemerintah daerah dalam mendorong potensi lewat kerjasama tersebut,” terang Saiful, seraya berharap agar kunjungan Bupati Indra Yasin bersama 6 pimpinan SKPD membuahkan hasil yang konkrit untuk kemajuan daerah utamanya dalam hal peningkatan kesejahteraan rakyat lewat program yang akan dikembangkan bersama PUM Netherland.

Sementara itu, kritikan masyarakat terhadap Bupati Indra Yasin terus mengalir, terkait agenda ke Belanda tersebut. Didi Sumaga, tokoh masyarakat Gorut kepada Gorontalo Post mengaku kecewa dengan sikap pemerintahan saat ini yang tidak melihat secara kompleks apa yang menjadi kebutuhan rakyat.

“Kami kecewa, masih banyak kebutuhan rakyat yang harus mendapat perhatian pemerintah, namun justeru ke Belanda yang konsekwensi anggarannya cukup besar,” ketus Didi, yang juga termasuk tokoh perjuangan pembentukan Kabupaten Gorut ini.

Sejumlah kalangan juga menyayangkan ‘pelesir’ Bupati Indra Yasin bersama 6 pimpinan SKPD tersebut lantaran masih ada hal penting yang harus ditangani secara serius oleh pemerintah.

Selain masalah angka kemiskinan yang masih tinggi, juga ada beberapa permasalahan urgen yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang perlu dituntaskan secara cepat. Seperti soal tunggakan PDAM terhadap PLN yang cukup besar.

Karena hingga saat ini ditribusi air PDAM yang kini berganti nama menjadi PUDAM tidak optimal hampir diseluruh wilayah Gorut.

Belum lagai 53 pegawainya hingga memasuki bulai Mei ini belum terima gaji, dan masih banyak lagi permasalahan daerah yang butuh keseriusan pemerintah daerah. Meski demikian, publik berharap perjalanan ke Eropa Bupati Indra Yasin ini tidak sia-sia. (idm/hargo)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Komentar