Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Permintaan Gubernur Gorontalo Usai Melantik Tiga Kepala Daerah

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:05 WITA Tag: , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) didampingi Wakil Gubernur Idris Rahim dan Ketua TP PKK Provinsi Idah Syahidah (kanan) foto bersama dengan tiga bupati dan wakil bupati usai pelantikan di Rujab Gubernur, Jumat (26/2/2021). Foto: Istimewa


Hargo.co.id, GORONTALO – Bertempat di halamann rumah jabatannya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melantik dan mengambil sumpah kepada tiga Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Jumat (26/02/2021).

Mereka adalah Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Neslon Pomalingo dan Hendra Hemeto, Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan Merlan Uloli, serta Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato Syaiful Mbuinga dan Suharsi Igirisa.

BACA  Pertama di Gorontalo, Organisasi ASKI Siap Kembangkan Kopi Lokal

Dalam kesempatan itu Rusli Habibie selaku Gubernur Gorontalo menyampaikan pesan dan arahan serta harapan kepada tiga Bupati dan Wakil Bupati terpilih itu.

“Jaga keharmonisan baik dengan Forkopimda, Bupati dengan Wakil Bupati, dengan DPRD, agar semua program bisa berjalan dengan baik. Lupakan hal-hal politik yang kemarin, bersatu bergandengan tangan untuk membangun tiga daerah ini,” ujar Rusli Habibie.

BACA  Dianggap Belum Maksimal, Gubernur Gorontalo Evaluasi Program OPD

Lanjut Gubernur Gorontalo dua periode itu juga meminta kepada bupati dan wakil bupati yang dilantik, untuk menjaga soliditas. Gubernur menyinggung penyampaian Mendagri bahwa ada 85 persen kepala daerah di Indonesia pecah kongsi di tengah jalan.

“Kadang-kadang baru satu tahun sudah pecah kongsi. Masing-masing harus tau peran dan tupoksinya. Tidak boleh di masing-masing pemerintahan ada dua matahari. Matahari hanya satu,” tegas Rusli Habibie.

BACA  Rusli Tegaskan Kualitas Beras Bantuan Harus Sama Seperti Yang Dikonsumsinya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dimana proses pelantikan tiga Bupati dan Wakil Bupati berlangsung tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah kabupaten hanya dijatah tujuh orang termasuk perwakilan KPU dan Bawaslu setempat, sementara untuk sisanya lagi dari perwakilan Pemerintah Provinsi.(zul/adv/hargo)


Komentar