Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Potret Hesti Sutrisno, Perempuan Bercadar Pemilik 70 Anjing Liar

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 15 Maret 2021 | 01:05 WITA Tag: ,
  Hesti Sutrisno, Perempuan Bercadar Pemilik 70 Anjing Liar di Tenjolaya, Kabupaten Bogor. (Foto: Merdeka.com/Arie Basuki)


Hargo.co.id, KABUPATEN BOGOR – Perempuan bercadar pemilik 70 anjing di Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor Hesti Sutrisno atau juga dikenal Suhaesti, meminta perlindungan kepada Bupati Ade Yasin.

Hesti yang konon ditolak warga setempat karena hobinya memelihara puluhan anjing itu, pengin Bu Ade memberi jaminan keamanan.

“Saya mohon Bupati Bogor mau menolong saya. Saya tidak butuh biaya dari pemerintah, saya hanya butuh shelter (penampungan) anjing saya dilindungi,” ungkap Hesti di Green House, shelter anjing miliknya, dikutip dari RadarBogor.id, sebagaimana dilansir JPNN.com, Minggu (14/3).

BACA  Usai Alom: Ilaga Papua Daerah Keramat, Jangan Main-Main!

Menurut Hesti, penolakan warga tidak mendasar, lantaran dirinya merasa puluhan anjingnya itu tidak pernah keluar dari green house.

Bahkan anjingnya itu dijaga ketat oleh tujuh orang penjaga yang dipekerjakannya dari warga sekitar shelter.

Hesti mengatakan, lokasi shelter anjing miliknya jauh dari permukiman dan sarana ibadah warga.

Dia juga mengungkapkan, tujuan dirinya mengumpulkan dan merawat puluhan anjingnya tidak lain karena rasa sayang terhadap makhluk ciptaan-Nya.

“Saya rawat selayaknya anak saya, saya vaksin, saya kasih makan dari hasil keringat saya sendiri, dan bukan hanya anjing, saya juga punya banyak kucing,” katanya.

BACA  Diduga Alami Blackout, KRI Nanggala-402 Terjebak di Lubuk Sedalam 700 Meter

Selain jauh dari masjid, shelter anjing milik Hesti dilapisi beberapa pintu sehingga dapat meredam suara gonggongan.

“Untuk itu, saya mohon ibu Bupati Bogor mau menolong saya, melindungi shelter saya dari orang-orang yang membenci saya tanpa alasan,” katanya.

Sebelumnya, Hesti, aparat setempat bersama tokoh masyarakat menggelar pertemuan mencari jalan keluar.

“Ada dua kesimpulan dari masalah ini, yang pertama warga menolak aktivitas beliau yang memelihara banyak anjing dan kedua hal itu didukung dengan fatwa MUI bahwa hal itu dilarang,” ungkap Camat Tenjolaya, Farid Ma’ruf saat sidang di aula Kantor Kecamatan Tenjolaya, Jumat (11/3).

BACA  Kapolri Tegaskan, Larangan Mudik untuk Lindungi Warga dari Covid-19

Pihak kecamatan juga mendorong Dinas Peternakan Kabupaten Bogor dan Badan Karantina untuk turun tangan mengkaji dan dapat menangani puluhan anjing tersebut. (cok/jpnn/hargo)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Ini Tentang Perempuan Bercadar Pemilik 70 Anjing di Bogor“. Pada edisi Ahad, 14 Maret 2021.

Komentar