Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Reaksi Fraksi PAN soal Pengadaan Gorden Rumah Dinas DPR Rp 48,7 M

Oleh Admin Hargo , dalam Senayan , pada Selasa, 29 Maret 2022 | 20:05 Tag: , , , ,
  Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus (Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus menyatakan keberatan atas penganggaran Rp 48,7 miliar untuk gorden di rumah jabatan anggota dewan. Menurutnya, pengadaan gorden, vitrase dan blind sebesar Rp 90 juta untuk masing-masing rumah dinas DPR di komplek Rumah Jabatan Anggota Kalibata dan Komplek Ulujami bukanlah sesuatu yang mendesak.

“Jadi anggaran negara yang dialokasikan untuk pengadaan gorden di rumah jabatan anggota tidak pas disaat situasi ekonomi yang belum pulih akibat pandemi covid-19 dan naiknya berbagai kebutuhan pokok masyarakat,” kata Guspardi, Selasa (29/3).

Politikus PAN ini menyarankan, akan lebih bermanfaat jika anggaran pengadaan gorden senilai Rp 48,7 miliar diprioritaskan untuk membantu memulihkan ekonomi masyarakat.

“Misalkan di alokasikan untuk membantu masyarakat ditengah harga kebutuhan pokok masyarakat yang makin meningkat. Apalagi dalam menyambut puasa Ramadan yang makin mendekat,” tutur Guspardi.

Legislator asal Sumatera Barat ini tak memungkiri, banyak protes dari berbagai kalangan terhadap anggaran pengadaan gorden ini. Sebagian kalangan menilai terjadi pemborosan anggaran dan mubazir, bahkan ada yang malah mencuriagi pengadaan gorden ini hanya akan menguntungkan para pengelola anggaran dan pihak yang ikut bermain dalam proyek pengadaan tersebut.

Bahkan dia menyebut, penganggaran untuk masalah kebutuhan barang di DPR RI bukan berasal dari usulan anggota dewan, melainkan dari Kesekjenan sebagai kuasa pemegang anggaran.

“Oleh karena itu lebih baik itu anggaran pengadaan gorden, vitrase dan blind untuk rumah dinas anggota DPR RI ditunda dan diganti anggaran yang lain untuk yang lebih bermanfaat,” ucap anggota Baleg DPR RI ini menandaskan.

Sebelumnya, Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menjelaskan polemik anggaran Rp 48 miliar untuk gorden di rumah dinas Anggota DPR dan Rp 11 miliar untuk pengaspalan di Kompleks Parlemen. Indra menyampaikan, pergantian gorden dan vitrase rumah dinas Anggota DPR sudah diajukan sejak 2009, namun anggaran tak mencukupi.

“Kemarin di 2022 setelah anggarannya tersedia, kami memasukkan komponen vitrase untuk penggantian gorden-gorden rumah anggota yang umurnya sudah lebih dari 13 tahun,” ucap Indra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pengadaan gorden tersebut, lanjut Indra, sudah dilakukan dengan mekanisme lelang terbuka dan menekankan di dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) sangat jelas.

“Dua kali saya rapat, adalah harus berazaskan kepentingan produksi dalam negeri itu ditegaskan dalam RKS-nya,” jelas Indra.

“Jadi beberapa kali lelang yang dilakukan di DPR ini biasanya yang kalah lelang, kemudian bocorin ke media bocorin ke aparat hukum seolah-olah ada hengkipengki. Enggak ada hengkipengki, nggak ada urusan begitu ya. Mau lelang apapun semua secara prosedural tim pokja unit layanan pengadaan (ULP) di DPR bekerja secara profesional,” ucap Indra menandaskan.(JawaPos.com)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “PAN: Pengadaan Gorden Rumah Dinas DPR Rp 48,7 M Tidak Pas!“. Pada edisi Selasa, 29 Maret 2022.
(Visited 26 times, 1 visits today)

Komentar