Jumat, 7 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Reaksi Keluarga Habibie-Sidiki Usai Menyimak Pernyataan Adhan Dambea

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 14 Januari 2021 | 22:05 WITA Tag: ,
  Anggota keluarga Habibie-Sidiki saat melakukan pertemuan mendadak, Rabu (13/01/2021) malam di kediaman OPS. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Saat ini, beredar rekaman Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea yang diduga ditujukan kepada Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. Rekaman itu lantas memantik reaksi dari Keluarga Habibie-Sidiki karena ada kata ‘Nenek Moyang’.

Perlu disampaikan bahwa pernyataan Adhan Dambea itu, terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang kini sedang disidang Pengadilan Negeri Gorontalo. Pada rekaman wawancara berdurasi 10.17 menit itu, Adhan Dambea dua kali menyebut kalimat, yang oleh keluarga Habibie-Sidiki sangat menyinggung.

Yakni pada menit ke 05.39, ketika itu Adhan Dambea menyebut jika ada pihak yang berusaha membendung Kejaksaan agar tidak meneruskan kasus GORR.

“Ada permintaan, ke Kejaksaan Tinggi agar jangan dikembangkan perkara ini. Ih, ngana pe Nenek Moyang punya itu,” ucap Adhan Dambea pada rekaman tersebut, tanpa menyebut siapa yang mengajukan permintaan ke Kejaksaan itu.

BACA  Menunggu Proses Tender, Bantuan Pangan Bersubsidi Tertunda

Hanya saja, ketika diminta siapa yang harus bertanggungjawab terkait perkara itu, ia mengatakan, yang harusnya paling bertanggungjawab dalam sebuah daerah adalah kepala daerah.

Adhan Dambea kembali menyebut kalimat ‘Nenek Moyang’ pada menit 09.28. Ketika itu, Adhan Dambea menanggapi pertanyaan tentang penilaian orang yang menyebut dirinya terlalu jauh ikut campur urusan pengadilan.

“Bukan ikut campur urusan pengadilan. Itu hak pengadilan, itu hak hakim, tapi kita bisa memberi komentar. Kenapa, dilarang berkomentar? Ngana pe nene moyang punya ini komentar,” sebut Adhan Dambea, disamnbut tawa sejumlah orang.

Pernyataan-pernyataan itulah yang memicu reaksi dari Keluarga Habibie-Sidiki. Menurut Ali Sucipto Sidiki atau Om Pulu Sidiki (OPS) yang merupakan paman dari Rusli Habibie, hal itu bukan lagi secara personal, melainkan sudah menyangkut nama baik keluarga.

“Iya kita mendengar rekaman itu, dan dia sebut Nenek Moyang. Kalau seperti itu, ini sudah menyangkut keluarga, bukan lagi Rusli Habibie pribadi,” kata Ali Sucipto Sidiki.

BACA  Tak Diizinkan Beroperasi, Supir Taksi di Gorontalo Dapat Bantuan 

Beredar rekaman itu sampai ke pihak keluarga, dirinya pun langsung mengumpul anggota keluarga besar Habibie-Sidiki pada Rabu (13/01/2021) malam dikediamannya, Kelurahan Tamalate, Kota Gorontalo.

Pria yang akrab disapa OPS itu mengharapkan Adhan Dambea untuk berhati-hati memberikan pernyataan. OPS lantas meminta Adhan Dambea untuk segera mengklarifikasi pernyataan itu, sekaligus meminta maaf.

“Karena menyebut ada kata Nenek Moyang, berarti itu sudah menyangkut kita (keluarga). Dan kita pertemuan malam ini, membahas itu,” kata OPS.

Tentunya lanjut OPS, ada beberapa opsi yang diambil, pertama berharap pernyataan itu segera diklarifikasi, dan opsi lainya adalah meperkarakanya.

“Ini sudah ITE,” ujar OPS.

Dihubungi secara terpisah, Adhan Dambea justru menanggapi dengan santai. Menurutnya, jika keberatan silahkan lapor. “Itu hak mereka, silahkan saja. Masa OPS saya tanggapi, dan masa OPS yang tanggapi,” kata Adhan Dambea saat ditemui di Mapolres Gorontalo.

BACA  Danlanud Sam Ratulangi Temui Gubernur Gorontalo, Ada Apa Ya?

Terkait kata ‘Nenek Moyang’ yang dipermasalahkan OPS, Adhan Dambea mengaku itu tertuju pada perkara, bukan pada personal Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

“Perkaranya yang ‘nenek moyang’. Tidak ada saya menuduh secara personal, tapi orang merasa terlibat dalam perkara itu,” jelasnya.

Masih pada kesempatan yang sama, Adhan Dambea mengungkapkan jika pada rekaman berdurasi 10 menit 17 detik itu, sebagai anggota legislatif yang berhak mengawasi jalannnya administratif di daerah dan dilindungi UU.

“Tapi saya dilindungi UU, baik PP Nomor 12/ 2018 tentang hak imunitas. Kemudian UU Noomor 23 /2014 pasal 22 tentang hak imunitas. Saya berbicara begitu karena terkait perkara dan saya sebagai anggota dewan,” tegasnya. (lya/hg)


Komentar