Senin, 13 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Respon Lamahu Tentang Penerapan PSBB di Gorontalo

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Senin, 11 Mei 2020 | 05:05 WITA Tag: ,
  Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat mengikuti dialog yang bertajuk Lamahu Mohimelu melalui video konferensi, Ahad (10/5/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id GORONTALO – Mayjen TNI Afanti Uloli meminta warga Gorontalo untuk patuh terhadap aturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diterapkan di wilayah Provinsi Gorontalo selama sepekan.

Ini disampaikan Afanti Uloli pada dialog yang digelar Lamahu bertajuk Lamahu Mohimelu dengan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim melalui video konferensi, Ahad (10/05/2020).

“Modal untuk berhasilnya melawan virus ini adalah dengan disiplin kita. Ikuti anjuran pemerintah dengan cara batasi keluar dari rumah, social distancing dan physical distancing, saya kira itu yang paling penting,” ujar Afanti.

BACA  Terkait Jaminan Kesehatan, Kabupaten Gorontalo-BPJS Gagas Kerja Sama  

Menurutnya, setiap daerah berbeda kebijakannya dalam upaya melawan virus Covid-19, tetapi dirinya yakin bahwa pemerintah daerah lebih mengerti situasi di daerahnya masing-masing.

Sementara itu, Ketua Bandayo Lamahu, Rum Kono, yang pada kesempatan itu menggagas pengumpulan bantuan bahan pokok dari warga Lamahu untuk disalurkan kepada warga kurang mampu di Gorontalo. Rum Kono mengatakan, bantuan bahan pokok sangat dibutuhkan oleh warga utamanya di masa PSBB dan Ramadan ini.

“Sesedikit apapun bantuan itu, tetapi masyarakat di Gorontalo sangat membutuhkannya. Melalui Lamahu, saya menggagas untuk mengumpulkan bantuan yang akan kita salurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” imbuhnya.

BACA  PSBB Jilid III Tuntas, Masuk Gorontalo Harus Bebas Covid-19

Sementara Prof. H. Iswan A. Nusi, putra Gorontalo yang termasuk dalam Tim Kedokteran Kepresidenan RI, yang menjadi narasumber pada dialog itu menitikberatkan pada budaya masyarakat Gorontalo untuk menghormati orang tua dengan berjabatan tangan sambil mencium tangan. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini mengungkapkan, budaya dan perilaku santun tersebut sangat berisiko pada masa pendemi virus Covid-19.

“Terlihat sepele, namun budaya cium tangan ini sangat berisiko untuk penularan virus Covid-19. Pemerintah daerah harus bisa menyosialisasikan ini kepada masyarakat,” ujar mantan Kepala Puskesmas Dulalowo Kota Gorontalo tersebut.

BACA  Tugas Bertambah, Hamim Pou Imbau Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Pada dialog itu Wagub Idris Rahim mengucapkan terima kasih atas dukungan, saran dan masukan dari para tokoh masyarakat Gorontalo yang ada di perantauan. Idris menjelaskan, penerapan PSBB bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Provinsi Gorontalo dengan menumbuhkan sikap disiplin masyarakat.

“Sikap disiplin itu diwujudkan melalui pembatasan waktu beraktivitas, penggunaan moda transportasi, termasuk pergerakan di pintu masuk perbatasan Gorontalo, yang sudah diatur dalam Pergub PSBB. Harapannya dengan PSBB ini Gorontalo bisa segera terbebas dari virus Covid-19,” tandasnya. (adv/rwf/hg)


Komentar