Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini ‘Ritual’ Wajib Turis Asal Timur Tengah di Puncak Bogor

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara Ragam , pada Jumat, 26 Juni 2020 | 12:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi. Warga Timur Tengah saat berada di kawasan vila di Pacet, Puncak Bogor. (Foto: Istimewa/Radar Cianjur)


Hargo.co.id, BOGOR – Sudah menjadi rahasia umum, turis asal Timur Tengah kerap kawin kontrak di di kawasan Puncak, Bogor. Usut punya usut, ternyata tak hanya doyan kawin kontrak.

Seperti yang dilansir jpnn.com, selepas masa liburan selesai, selalu ada ‘ritual’ wajib yang mereka lakukan, yakni membangun masjid-masjid di kawasan Puncak Cisarua. Itu terlihat dari banyaknya masjid yang memasang papan nama donaturnya. Nama yang terpampang adalah nama-nama khas Timur Tengah.

Radarbogor.id pun mencoba menelusuri, Rabu (24/06/2020). Pertama radarbogor.id ditemukan dengan salah satu guide turis Timur Tengah. Sumber radarbogor.id yang enggan disebutkan identitasnya itu mengaku sering mendapatkan amanah pembangunan masjid dari para orang Arab.

BACA  Ini Dia Kabar Gembira untuk Honorer K2 Sudah Lulus PPPK

Ia mengaku, biasanya para turis Timur Tengah, khususnya dari Arab Saudi selalu menanyakan masjid yang kondisinya rusak. Atau kampung yang belum ada masjid.

“Biasanya dua atau tiga hari menanyakan itu,” katanya, Rabu (24/06/2020).

Selepas itu, turis Timur Tengah biasanya memberikan amanah kepada guidenya. Menyerahkan uang untuk membangun masjid. “Nanti saat balik lagi liburan ke Puncak, masjidnya sudah jadi,” tuturnya.

Radarbogor.id pun mencoba menemui tokoh masyarakat Puncak yang tahu betul seluk beluk wisatawan asing di Puncak. Ia adalah Teguh Mulyana, Ketua Kompepar Kabupaten Bogor. Ditemui di kediamanya, pria yang akrab disapa Bowie itu menuturkan saat ini sudah banyak masjid yang dibangun oleh turis Timur Tengah.

BACA  Begini Protokol Kesehatan Salat Idul Adha dan Pemotongan Hewan Kurban

“Banyaknya turis dari Arab Saudi,” ujar Bowie.

Bowie mengatakan, hingga saat ini sudah ada 20 masjid yang dibangun oleh turis Timur Tengah. Namun, untuk pembangunan masjid, para turis enggan melakukan renovasi. Masjid yang ada, harus dirobohkan rata dengan tanah.

“Jadi dibangun ulang. Atau ada tanah kosong atau wakaf dibangun masjid. Enggak mau kalau renovasi,” tuturnya.

BACA  Antisipasi Penolakan TKA di Gorut, Forkopimda Segera Bentuk Tim Sosialisasi

Selain itu, Bowie menuturkan para turis Timur Tengah yang membangun masjid selalu meminta agar dibuatkan nama di masjid yang dibangunnya.

“Juga enggak boleh ada beduk,” tuturnya.

Menurutnya hal ini jarang terekspose. Kebanyakan yang sering muncul soal turis Timur Tengah yakni kawin kontrak.

“Selama ini banyaknya yang tahu kawin kontrak, kalau ini sih jarang yang tahu,” katanya. (all/radarbogor/jpnn/hg)

*) Artikel ini juga telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul, ‘Selain Doyan Kawin Kontrak, Orang Arab Juga Punya ‘Ritual’ Wajib di Puncak’, pada edisi Kamis, 25 Juni 2020.


Komentar