Selasa, 15 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini ‘Ritual’ yang Harus Dijalani Ketika Berkunjung ke River Tubing Desa Poduwoma

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Indonesia 99 Kata Ragam , pada Senin, 23 Desember 2019 | 13:05 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Ada yang menarik  dari gathering BP Jamsostek Gorontalo yang diikuti oleh para jurnalis di Obyek Wisata Arung Jeram (River Tubing) di Desa Poduwoma, Sabtu (21/12/2019) lalu. Yakni, pengunjung wajib mengucapkan ‘Saya Cucunya Pairoman’ sebelum menikmati wisata yang terletak di Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango itu.

Kalimat itu diucapkan dibarengi dengan melempar batu kerikil ke dalam Sungai Bone. Percaya atau tidak, namun hal itu sudah menjadi syarat yang diwajibkan kepada setiap para pengunjung obyek wisata yang dibuka 2018 silam.

BACA  Bupati Halmahera Timur, Meninggal Usai Mendaftar di KPU

“Teman-teman mohon perhatiannya. Sebelum menjajal River Tubing, kalian wajib melemparkan batu ke sungai dan mengucapkan Saya Cucunya Pairoman,” ucap Koordinator Obyek Wisata Arung Jeram Desa Poduwoma, Kiki Rizki Musa, kepada para wartawan.

Menurut Kiki, syarat yang diwajibkan kepada pengunjung ini merupakan penghormatan kepada leluhur di obyek wisata itu.

“Sebagai bentuk penghormatan untuk leluhur,” kata Kiki.

Peserta media gathering yang dilaksanakan BP Jamsostek ketika menikmati obyek wisata arung jeram di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (21/12/2019) kemarin.(Foto Istimewa)

Itu juga sudah ditekankan pada Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, yang mana ada salah satu poin yang menegaskan bahwa Menghormati Tata Kehidupan yang Berlaku pada Masyarakat Sekitar, serta Menghargai Manusia dan Kerabatnya.

BACA  Ini Jadwal Pendaftaran Paslon di KPU Kabupaten Gorontalo

Di obyek wisata ini, selain dapat menguji adrenalin, pengunjung juga dimanjakan dengan pemandangan alam yang luar biasa. Ya, hutan rimbun di tepian sungai Bone di desa itu tumbuh pepohonan yang rantingnya menjalar ke sungai.

Untuk menikmati arung jeram sendiri, pengelola menyediakan benen yang sudah dirancang berbentuk perahu. Tarifnya terbilang relatif murah, cukup membayar Rp. 30.000 wisatawan sudah bisa menikmati 3 spot yang sangat menguji adrenalin. Pengelola juga menyediakan konsumsi, namun pengunjung wajib menambah Rp. 20.000.

“Untuk tarifnya, kami menyediakan 2 opsi. Rp. 30.000 exclude makanan dan Rp. 50.000 include makanan,” tandas Kiki.

BACA  Kapolda Mampu Jadikan Gorontalo Daerah Teraman di Indonesia

Kiki mengatakan besar harapan pihaknya kepada Pemkab Bone Bolango untuk membantu pengembangan obyek wisata ini. Utamanya, kata Kiki, pengembangan fasilitas dan infrastrukturnya.

Sementara itu, kegiatan media gathering ini, peserta tidak hanya menikmati arung jeram desa Poduwoma, bersih-bersih obyek wisata Lombongo dilakukan oleh peserta.

Menurut Perwakilan BP Jamsostek, Vincenso Alesandro Runtu, tujuan dilaksanakan kegiatan yang merupakan agenda tahunan BP Jamsostek itu, untuk mempererat tali silaturahmi antara pihaknya dengan para jurnalis Gorontalo. (rwf/hg)


Komentar