Selasa, 4 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Testimoni Terhadap Supir Terkait Peniadaan Mudik di Gorontalo

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 4 Mei 2021 | 22:05 WITA Tag: ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berbincang dengan salah satu operator AKAP dan Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo usai menyerahkan bantuan pangan bersubsidi kepada sopir dan pelaku usaha angkutan darat di teras Rumah Dinas Gubernur, Selasa (04/05/2021). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kebijakan larangan mudik pada Ramadan 1442 H, memunculkan tanggapan dari para supir dan pelaku usaha angkutan darat yang terdiri dari angkutan kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan sewa umum (ASUM) termasuk PO dan mobil rental di Provinsi Gorontalo. 

Para supir ini menyampaikan rasa sedih namun senang terkait peniadaan mudik pada tahun ini, yang telah di instruksikan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. 

Hal ini disampaikan mereka usai menerima bantuan pangan bersubsidi, yang diserahkan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, kepada sopir dan pelaku usaha angkutan darat pada Selasa (04/05/2021).

Fandi Ponto selaku sopir sekaligus operator angkutan kota antar provinsi (AKAP) menyebut, peniadaan mudik ini memang sangat terasa dampaknya terhadap para pelaku usaha angkutan. Sebab biasanya rezeki yang dihasilkan memang terasa lebih besar ketika jelang mudik lebaran. Tetapi situasi yang memang lagi pandemi covid-19 ini, pihaknya mengaku harus bisa memaklumi. Terlebih pemerintah provinsi memberikan perhatian dengan menyerahkan bantuan sembako.

“Kita sebagai masyarakat merasa sangat terbantu dan patut kiranya memberikan ucapan terima kasih kepada pak gubernur. Namun yang paling penting perlu kita sadari bahwa, bagaimana kita membantu pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid ini. Itu sesungguhnya yang menjadi inti daripada penyerahan sembako pada hari ini,” ucap Fandi

Hal senada juga diucapkan oleh Zulfitri Suryawan. Sopir taksi angkasa untuk transportasi bandara itu turut merasakan dampak peniadaan mudik ini. Sebagaimana jalur perbatasan darat ditutup, jalur udara juga akan ditutup. Otomatis penerbangan pesawat ditiadakan sehingga tidak akan ada penumpang dari bandara.

“Kami harus menaati ini, karena seperti tadi kata pak gubernur ini bukan keinginan atau keegoisan pemerintah semata, melainkan ini adalah instruksi dari pak presiden. Bagaimanapun kami harus mengikutinya. Ini sebenarnya sangat mempengaruhi pendapatan kami, sudah dua tahun terakhir ini ya karena pandemi kan. Tapi alhamdulillah perhatian dari bapak gubernur tidak ada habisnya kepada kami. Karena pendapatan kami menurun, tapi dengan adanya bantuan ini insya Allah bisa terbantukan,” tuturnya.

Dari pihak angkutan damri pun menyampaikan hal senada. Jabba Opu selaku Manajer Usaha Damri Gorontalo mengungkapkan dengan adanya larangan mudik ini sangat berdampak pada pendapatan atau masukan dari angkutan ini. Tapi pihaknya juga sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah utamanya kepada Gubernur Rusli, karena mungkin di daerah lainnya belum ada pemberian sembako kepada para pelaku usaha angkutan seperti ini.

Ada 460 sopir dan pelaku usaha angkutan darat yang menerima bantuan pangan bersubsidi ini. 460 penerima ini terdiri dari AKAP 188 orang dan ASUM termasuk PO dan mobil rental sebanyak 272 orang.(zul/adv/hargo)

BACA  Gubernur Gorontalo Larang Warga Jual Kembali Pangan Pasar Murah

Komentar