Tuesday, 21 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Innalilahi…Pelatih Menembak Kontingen Yogyakarta Meninggal di PON XIX Jabar 2016!

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara News , pada Saturday, 24 September 2016 | 20:12 PM Tags:
  

Hargo.co.id BANDUNG – Kabar duka datang dari kontingen Yogyakarta yang kehilangan official/pelatih cabor Menembak yang diketahui meninggal di kamar hotel Ibis, Jalan Braga no 8 Bandung pagi tadi pukul 08.00 wib.

Sebastian Laksawana (73) diketahui sudah tak bernyawa terbujur kaku pertama kali oleh anak didiknya, Damar Novi Praditya yang akan membangungkannya.

“Waktu itu saya coba membangunkan beliau dengan mengetuk pintu kamarnya. Tapi sampai beberapa kali tidak ada jawaban,” ucap Damar yang juga tercatat sebagai atlet menembak kontingen Yogyakarta ini.

BACA: Daftar Perolehan Medali PON XIX Jabar 2016, Jatim Gusur DKI

Karena awalnya tak curiga sama sekali, Damar pun memilih kembali ke kamarnya. Namun, setelah beberapa lamanya sang pelatih tak juga kunjung keluar, ia pun berinisiatif memanggil salah seorang official lainnya, Joko Yuniarto terkait kondisi pelatihnya itu.

“Saya memberitahu Pak Joko, kok gak ada jawaban dari dalam,” terangnya.

Selanjutnya, atas inisiatif sendiri, keduanya pun memaksa masuk ke dalam kamar tersebut dan mendapati Sebastian sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Saat itu beliau sudah kaku dan dingin. Makanya kami langsung lapor ke manajemen hotel sekitar pukul 11.30 wib,” timpal Joko.

Setelah diperiksa oleh tim medis, akhirnya diketahui bahwa Sebastian memang sudah tak bernyawa dan dinyatakan sudah meninggal.

Menurut Damar, pelatihnya itu sebelumnya memang sudah mengeluh sakit. Bahkan, ia sudah mengeluhkan dadanya sakit dan sempat muntah-muntah pada malam sebelumnya.

“Dia sudah mengeluh dadanya sakit dan sempat muntah-muntah di kamar mandi,” terang Damar.

Kajadian itu pun kini langsung ditangani Polsek Sumur Bandung dengan langsung mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian. (ruh/pojoksatu/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar