Kamis, 21 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Innalillahi… Bocah 4 Tahun Tenggelam di Bak Tromol

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 6 Juli 2017 | 15:10 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Lokasi pengelolaan tambang emas tradisional di Dusun Lantolo, Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo mendadak heboh, Selasa (4/7), pukul 12.30 wita.

Itu setelah kejadian tragis yang menimpa Nizam Naki, bocah empat tahun yang tinggal di Dusun Lantolo, Kecamatan Anggrek.

Putra pasangan Sisan Naki (24) dan Inang Abdullah (23) tersebut ditemukan tak bernyawa di bak penampungan limbah air tromol (alat pengelola emas tradisional).

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sebelum kejadian sekitar pukul 09.00 wita, Nizam masih sempat membantu kakeknya membersihkan rumah. Selang sejam kemudian, sekitar pukul 10.00 wita, Nizam keluar rumah untuk bermain.

BACA  Polres Pohuwato Ungkap Aktivitas Judi Togel Online

Tak sepengetahuan kedua orang tua dan kakeknya, Nizam bermain di sekitar lokasi tromol (pengelohan emas tradisional).

Lokasi tersebut berada di belakang rumah Nizam. Saat sedang bermain di sekitar lokasi tromol, Nizam diduga terpeleset ke dalam bak penampungan limbah tromol. Ironinya, ditengarai kondisi lokasi tromol saat itu sedang sepi.

BACA  Diduga Habis Nyabu, Pria di Gorontalo Diamankan Polisi

Sehingga tak ada yang mengetahui bila Nizam berada di dalam bak/kolam penampungan limbah tromol.

Nizam diketahui tenggelam di bak penampungan tromol setelah seorang warga setempat Alan Ismail (30) berada di sekitar lokasi kejadian. Saat itu pula Alan lantas memberitahukan kepada warga lainnya.

“Korban berhasil dievakuasi dari dalam bak penampungan oleh warga bersama petugas Polsek Anggrek,” ujar Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto,SIK sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK.

BACA  Wanita di Gorontalo Meninggal Dunia dengan Delapan Luka Tusukan

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban lantas dibawa ke rumah duka. Petugas Polsek kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas untuk dilakukan visum.

“Dari tanda fisik, korban diperkirakan tenggelam selama lebih kurang dua jam. Keluarga korban menolak dilakukan otopsi sehingga hanya dilakukan visum luar terkait kejadian yang menimpa korban,” jelas AKBP Wahyu Tri Cahyono.(san/hargo)


Komentar