Kamis, 15 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Innalillahi, Buruh Lepas PT MM Tewas Kesetrum Saat Bikin Pagar di Bawah Tower Telkomsel

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 7 Februari 2017 | 12:31 WITA Tag: ,
  


TIBAWA, hargo.co.id – Naas nian nasib yang menimpa Nahrowi (30). Buruh lepas dari PT Mandala Mandiri ini akhirnya dimakamkan, kemarin, Senin (6/2) pagi.

Setelah sehari sebelumnya tewas tersengat listrik saat bekerja membuat pagar di lokasi tower Telkomsel di Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadiannya sekitar pukul 17.30 Wita. Nahrowi bersama rekannya, Bebeng Deni (42) mendapatkan tugas dari PT Mandala Mandiri untuk memperbaiki pagar tower Telkomsel. Mereka berdua diawasi langsung goleh pengawas proyek, Suparno (40).

BACA  Apa Kabar Wisata Embung Dumati? Kini Sudah Meredup

Ketika itu, Nahrowi sedang memotong pagar besi menggunakan gerinda listrik. Maklum, saat itu lokasi tower Telkomsel yang memiliki tegangan 7.700 watt itu masih digenangi air karena sebelumnya diguyur hujan deras.

Nahrowi (30). Buruh lepas dari PT Mandala Mandirin yang tewas kesetrum.

Nah, diduga kuat gerinda yang sedang digunakan Nahrowi mengalami kebocoran, ayah satu anak ini pun tersengat listrik dan terpental sejauh beberapa meter saking kuatnya tegangan.

BACA  Lagi, Polres Gorontalo Kota Amankan Ratusan Liter Cap Tikus

Bebeng dan Suparno pun kemudian menghampiri korban dan langsung membawanya ke Puskesmas Tibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayangnya, petugas di Puskesmas Tibawa menyatakan bahwa pria asli Purwodadi, Jawa Tengah ini sudah meninggal dunia.

Kapolsek Tibawa, Iptu Imran Laonga, saat di konfirmasi mengatakan, saat kejadian, pengawas proyek langsung mematikan arus listrik dan membawa korban yang masih tak sadarkan diri menggunakan bentor.

BACA  Bengkel Diminta Tak Jual dan Tak Pasang Knalpot Racing

“Tapi saat di Puskesmas untuk dilakukan tindakan keselamatan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” jelas Imran.

Dia juga mengatakan, peristiwa tersebut merupakan murni kelalaian kerja karena korban Nahrowi tidak berhati-hati dengan memperhatikan situasi dan kondisi tempat yang dipijakinya.

“Saat itu, lokasi pekerjaan memang basah dan digenangi air,” pungkas Imran.(tr-53/hargo)


Komentar