Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Insiden Penembakan Warga Kulit Hitam oleh Polisi di AS Kembali Terjadi

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:05 WITA Tag: , , ,
  Insiden penembakan warga kulit hitam di AS bernama Jacob Blake memicu protes warga AS (TIMOTHY A. CLARY / AFP)


Hargo.co.id, WISCONSIN – Belum hilang dari ingatan kasus kematian George Floyd saat ditangkap oleh polisi, kini insiden berdarah yang korbannya warga kulit hitam di Amerika Serikat (AS), kembali terjadi. Pelakunya lagi-lagi dari pihak kepolisian AS.

Seperti yang dilansir JawaPos.com, Insiden berdarah itu terjadi pada Minggu (23/8) sore waktu setempat di negara bagian Wisconsin. Seorang warga kulit hitam bernama Jacob Blake, 29, ditembak polisi dari belakang. Sontak, kejadian miris tersebut memicu protes warga AS dan menimbulkan kerusuhan. Seperti dilansir Reuters, saat ini Blake tengah dirawat di rumah sakit dan kondisinya dikatakan cukup serius.

Belum jelas alasan polisi menembak Blake. Ben Crump, yang menyebut dirinya ditunjuk untuk mewakili keluarga korban, mengatakan bahwa Blake tengah mencoba menyelesaikan konflik rumah tangganya ketika polisi menembak dia pertama kali dengan pistol kejut listrik.

BACA  Bom Bunuh Diri Meledak Dekat Akademi Kepolisian

“Ketika dia berjalan untuk memeriksa anak-anaknya di dalam mobil, polisi menembakkan senjata mereka beberapa kali ke punggung Blake pada jarak dekat. Ketiga anak laki-laki Blake hanya beberapa meter jauhnya dan menyaksikan polisi menembak ayah mereka,” sebut Crump.

Dalam sebuah video amatir, Blake terlihat berjalan menuju mobil dan diikuti oleh dua orang petugas polisi yang menodongkan pistol ke punggungnya. Kemudian terdengar tujuh suara tembakan saat Blake yang terlihat tak bersenjata membuka pintu mobil.

Belum diketahui apakah polisi melihat sesuatu di dalam mobil yang menyebabkan mereka menembak Blake. Blake langsung dilarikan ke rumah sakit, dan telah menjalani operasi.

BACA  Tak Mengakui Hasil Pilpres AS, Biden Sampaikan Pernyataan Keras kepada Trump

Peristiwa tersebut membuat warga AS marah. Massa berkumpul di lokasi kejadian dengan sejumlah peserta aksi menyalakan api dan melempari polisi dengan bata dan molotov. Gubernur Wisconsin, Tony Evers, pada hari yang sama, mengerahkan pasukan Penjaga Nasional negara bagian itu ke area Kenosha untuk mengamankan protes massa.

Evers juga meminta sesi khusus di badan legislatif pada Senin (31/8) pekan depan untuk mengangkat usulan undang-undang yang ditujukan pada penegakan hukum terkait penembakan tersebut. Evers, yang berasal dari Partai Demokrat, mengutuk kejadian yang dia sebut sebagai penggunaan kekuatan secara berlebihan dan eskalasi dalam waktu singkat ketika berhadapan dengan warga kulit hitam Wisconsin.

BACA  Dianggap Berbahaya, 89 Perusahaan Tiongkok Masuk Daftar Hitam AS

“Kita harus bangkit dengan gerakan dan momen ini, serta menggunakan empati, juga kemanusiaan kita, serta komitmen teguh untuk menghancurkan siklus rasisme sistemik dan bias terhadap keluarga dan masyarakat kulit hitam,” ujar Evers dalam pidatonya.

Sementara itu, Pete Deates, ketua Asosiasi Profesi Polisi Kenosha, menyebut Evers bertanggung jawab penuh atas penghakiman yang terburu-buru, serta meminta publik menunggu hingga seluruh fakta diketahui dengan jelas. Polisi yang melakukan penembakan tersebut telah diistirahatkan sementara di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung. (ep/antara/jawapos/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Insiden Penembakan Warga Kulit Hitam oleh Polisi Kembali Terjadi di AS“. Pada edisi Selasa 25, Agustus 2020.

Komentar