Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Insinerator Rusak, Limbah Medis RSAS Menumpuk 

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 7 September 2018 | 09:00 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id – Limbah medis yang dihasilkan Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo sudah dua pekan terakhir sudah menumpuk. Ini disebabkan karena insinerator yakni alat pembakar limbah medis rusak.

Informasi yang berhasil dhimpun, tumpukan limbah medis itu hanya ditutup menggunakan terpal berada tak jauh dari mesin insenerator. Limba medis yang paling banyak adalah botol infus. Sementara limbah medis yang lain telah diisi dalam karung.

Pemerhati lingkungan dari Forum Pemerhati hijau , Rahman Dako, merasa khawatir dengan adanya tumpukan sampah medis yang ada di RSAS. Bagi Rahmat Dako, jika sampah medis ini tidak segera di tangani, maka akan menimbulkan bahaya lingkungan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar rumah sakit.

“Apalagi sampah botol infus sudah terlihat seperti gunung, seharusnya pihak rumah sakit segera mengatasinya jangan sampai berdampak negatif terhadap mahluk hidup di sekitarnya,” ungkap Rahmat Dako.

Wakil Direktur RSAS Dr. Medi Sarita ketika dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Menurutnya, penyebab adanya limbah RSAS yang menumpuk ini, dikarenakan adanya insinerator yang rusak sudah hampir dua pekan.

Tempat insinerator milik RSAS Kota Gorontalo yang rusak dan menimbulkan limbah medis menumpuk.

Insinerator yakni suatu alat atau mesin untuk membakar sampah yang mengunakan teknologi pembakaran yang didesain sedemikian rupa dengan temperatur tertentu. M

enurut Medi Sarita, tumpukan limbah yang berasal dari medis telah diawasi oleh pihak rumah sakit, dan tidak ada pembuangan yang sampai ke lingkungan masyarakat sekitar. Alasannya, setiap hari limbah dari rumah sakit terus bertambah, baik limbah medis dan non medis.

Saat ini jelas Medi bahwa insenator dalam kondisi rusak maka pasti menumpuk seperti ini. Namun limbah medis itu tidak dibakar hanya dicacah, dan hanya limbah non medis yang dimasukan ke insenator.

“Saat ini pihak rumah sakit sementara memperbaiki insinerator yang rusak, namun akan dipastikan bahwa limbah sampah medis RSAS tidak akan menggangu lingkungan masyarakat yang ada di sekitar rumah sakit,” terang Medi Sarita. (tr59/gp/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar