Senin, 30 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Interogasi Pelaku Pembunuhan, Kapolres Gorontalo Gunakan Penerjemah

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 18 Oktober 2019 | 20:00 WITA Tag: , ,
  Kapolres Gorontalo, AKBP H. Dafcoriza,SIK, M.Sc saat mendengarkan penjelasan dari anggota Polri, karena pelaku penikaman mempergunakan bahasa daerah Gorontalo. (V. Zulkifli Tampolo)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ada yang menarik saat Kapolres Gorontalo, AKBP H. Dafcoriza,SIK,M.Sc melakukan interogasi terhadap pelaku pembunuhan di Batudaa, Kabupaten Gorontalo. Yakni, tersangka tak tahu Bahasa Indonesia, sementara AKBP H. Dafcoriza, belum lancar gunakan Bahasa Gorontalo.

Informasi yang berhasil dihimpun, ketika AKBP H. Dafcoriza hendak menginterogasi, ternyata pelaku pembunuhan BP alias Ka Ena (52) gunakan Bahasa Gorontalo.

BACA  Kampanyekan SMS, Para Pesohor Partai Golkar Mulai Turun ke Pohuwato

Hal tersebut justru terbalik dengan AKBP H. Dafcoriza yang justru tak mengerti Bahasa Gorontalo. Lelaki kelahiran Lampung ini pun akhirnya meminta personelnya yang mengerti Bahasa Gorontalo untuk menjadi penerjemah dari setiap penyampaian maupun penjelasan dari pelaku.

Akhirnya, Kapolres Gorontalo mendengarkan apa yang disampaikan oleh anggota Polres Gorontalo yang menjadi penerjemah bahasa Gorontalo. Bahkan moment tersebut dijadikan oleh AKBP H. Dafcoriza,SIK,M.Sc untuk turut belajar bahasa daerah Gorontalo.

BACA  Sebanyak 7.300 Dosis Vaksin Covid-19 Segera Disuplai ke Gorontalo
Video

“Tidak mengerti, tapi alhamdulillah ada anggota yang tahu bahasa daerah, sehingga mudah berkomunikasi. Saya pun bisa ikutan belajar bahasa daerah, meski hanya sedikit-sedikit,” terang Alumnus Akpol 1998 ini.

Ditambahkan pula oleh mantan Kapolres Pohuwato ini, peristiwa dugaan penikaman yang mengakibatkan seorang pemuda meninggal dunia, diduga dikarenakan minuman keras (Miras), dimana antara pelaku dan korban, sudah dalam kondisi mabuk.

BACA  Deklarasi Patuh Perda Protokol Kesehatan Digelar di Gorontalo

“Alhamdulillah sebilah pisau yang dipergunakan oleh pelaku sudah diamankan dan untuk penerapan pasal, itu masih menunggu hasil pemeriksaan dari penyidik Satuan Reskrim Polres Gorontalo,” pungkasnya. (kif/hg)


Komentar