Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



ISG Batu Loncatan Tatap SEA Games dan Asian Games 2018.

Oleh Aslan , dalam Sportivo , pada Rabu, 31 Mei 2017 | 01:00 WITA Tag: , ,
  


Kontingen Indonesia gagal mencapai target di ISG 2017

Hargo.co.id – Pencapaian atlet Indonesia pada Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 Baku menjadi batu loncatan  menuju SEA Games 2017 Malaysia Agustus dan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Pada ISG 2017, Indonesia menempati peringkat 8 dengan 6 emas, 29 perak dan 23 perunggu dengan total meraih 58 medali.  Perolehan itu meleset dari target, karena Indonesia berharap menempati posisi lima besar

BACA  Pengakuan Mengejutkan Mike Tyson Kepada Bu Susi Pudjiastuti

Meski gagal mencapai target, Kemenpora menjelaskan, persiapan para atlet sudah sesuai jalur dan para atlet tetap berada di performa puncak menghadapi dua multi-event dalam waktu berdekatan.

“Secara psikologis terdapat  durasi waktu untuk atlet, jadi kalau di habiskan waktu persiapan untuk ISG (selisih 3 bulan dengan SEA Games) maka puncak  atlet itu akan turun. Lebih baik, ISG ini sebagai pemanasan terukur dan di SEA Games, para atlet juga harus menjaga puncak performa guna menghadapi Asian Games 2018.”

BACA  Djokovic Bertemu Rafael Nadal di Final Roland Garros 2020

Gatot menilai  kegagalan Kontingen Indonesia di ISG 2017 bukan semata-mata karena faktor tuan rumah. Meski demikian Sesmenpora tetap membuka pintu kepada para stakeholders olahraga untuk tetap berkomunikasi terkait kendala teknis dan non-teknis menuju multieven selanjutnya.

BACA  Bantai Djokovic, Rafael Nadal Raja Tanah Liat Terbesar

“Kenapa gagal juara umum, identik dengan faktor tuan rumah, tapi bukan berarti kalau ingin menjadi juara umum harus menjadi tuan rumah karena di Asian Games 2018, kami menargetkan peringkat 8 atau masuk 10 besar,”  ujar Gatot, Selasa (30/5) sore.


Komentar