Kamis, 30 Juni 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



ISIS Kocar Kacir dari Mosul

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Rabu, 8 Maret 2017 | 09:18 Tag: , ,
  

Hargo.co.id –  Bendera-bendera Iraq mulai menggantikan panji-panji ISIS yang berkibar sejak 2014 di Kota Mosul. Kemarin (7/3) pasukan Iraq yang merupakan gabungan dari militer dan polisi federal sukses menguasai kompleks pemerintahan di ibu kota Provinsi Nineveh tersebut. Sementara militan radikal sempalan Al Qaeda itu kian terpojok.

Sejak Minggu (5/3), pasukan Iraq yang didukung penuh militer Amerika Serikat (AS) menggempur sarang-sarang ISIS di Mosul tanpa henti. Benteng-benteng pertahanan ISIS satu per satu jatuh ke tangan pemerintah. Kelompok militan yang tega menyiksa warga sipil itu pun kocar-kacir. ’’ISIS di wilayah barat Mosul tercerai-berai. Banyak militan asing yang kabur dari Mosul,’’ kata Brigjen Matthew Isler.

Jubir militer AS itu mengatakan bahwa saat ini hanya tersisa para pejuang lokal ISIS di Mosul. Saat para pejuang asing melarikan diri, komandan-komandan ISIS juga lari tunggang langgang dari pertempuran. ’’Tetapi, kami juga mendapat perlawanan yang sengit dari mereka meski dari segi jumlah jelas lebih banyak kami,’’ kata wakil komandan divisi udara koalisi AS tersebut.

Selain merebut kembali kompleks pemerintahan yang menjadi salah satu benteng pertahanan terpenting ISIS, pasukan Iraq berhasil menguasai museum nasional di sana. Sebelumnya, pasukan pemerintah telah merebut area di sekitar tugu jembatan Al-Hurriyah. Itu menjadi langkah penting untuk menghubungkan sisi barat dengan timur Mosul. Sebab, ISIS telah menghancurkan seluruh jembatan di Mosul.

Pertempuran di Mosul kembali intensif sejak 19 Februari lalu. Sempat memukul mundur ISIS, aksi darat dan udara pasukan Iraq lantas melambat karena terkendala cuaca buruk. Tetapi, sejak Minggu, serangan kembali masif. Meski sukses membuat ISIS tersingkir, operasi militer yang melibatkan senjata canggih dan jet tempur itu membuat warga sipil ketakutan. Sedikitnya 50.000 warga melarikan diri.

Meski puluhan ribu warga sudah mengungsi ke kamp penampungan atau rumah saudara, jumlah mereka yang terjebak perang jauh lebih banyak. Kabarnya, terdapat sekitar 750.000 warga yang terpaksa bertahan di Mosul. Fakta tersebut membuat PBB prihatin. Organisasi terbesar dunia itu mengimbau dua pihak yang terlibat perang tidak mengancam keselamatan warga sipil. (AFP/Reuters/hep/c4/any/tia)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar