Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



ISPA Ancam Warga Pilohayanga

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Selasa, 9 Januari 2018 | 15:11 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) terus meningkat di di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Sejumlah pihak pun mengklaim bahwa hal itu disebabkan oleh rangkaian aktivitas galian C tak jauh dari desa tersebut.

Kepala Puskesmas Pilohayanga, Cindra Tangahu, mengatakan, dari seluruh jumlah kunjungan selama 2017, setidaknya 90 persen didominasi oleh penderita ISPA. Mayoritas penderita ISPA tersebut berasal dari Desa Pilohayanga yang terdapat aktivitas galian C.

BACA  Terduga Bandar Judi Togel di Tolangohula Diringkus Polisi

Akibat aktivitas galian C tersebut, aktivitas masyarakat tentunya menjadi terganggu. “Seperti banyaknya debu yang dihasilkan oleh aktifitas pertambangan dan lain sebagainya. Kalau bisa, bagaimana caranya mobil-mobil pengangkut material dicarikan akses lain, yang tidak menggangu aktivitas warga atau kesehatan warga setempat,” ujar Cindra.

Pulu Harun, salah seorang Pengelola galian C yang ada di Desa Pilohayanga mengungkapkan, jika pihaknya sejak 31 Desamber hingga saat ini sudah tidak lagi melakukan aktivitas. Terkait debu yang menyebabkan gangguan ISPA, dia membantahnya.

BACA  Terduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Isimu Berhasil Dibekuk

“Persoalan debu yang dikeluhkan, saya selalu sediakan 1 mobil khusus untuk menyiram jalan agar tidak berdebu,” klaimnya. Selain itu, persyaratan-persyaratan yang diberikan pemerintah daerah sudah dipenuhinya meski baru sebagian hingga untuk pembuatan ruang terbuka hijau (RTH) di tempat tersebut sudah dilakukan.

“Kalau memang aktivitas galian C diberhentikan tidak masalah buat saya, hanya saja bagaimana dengan masyarakat setempat yang menggantungkan diri sebagai pengumpul batu. Bahkan semenjak saya tidak beroperasi lagi, banyak warga yang datang mengeluh karena tidak memilki penghasilan lagi,” tutupnya.

BACA  Tiga Orang Warga Kabila Tersengat Listrik, Seorang Meninggal Dunia

Hingga kini, aktivitas galian C di Desa Pilohayang, Kecamatan Telaga menuai pro dan kontra. Sebagian masyarakat menolak adanya aktifitas galian C dengan alasan dampak negatif yang ditimbulkan.

Namun disisi lain puluhan pekerja menggantungkan hidupnya sebagai pengumpul batu dengan mengambil upah dari pengelola Rp 4.000 untuk satu sak batu yang dikumpulnya.(tr-56)


Komentar