Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Istri : Bang, Aku Udah Gak Mau Setiap Hari Ribut. Dan Ia pun Bunuh Diri

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara News , pada Sabtu, 21 April 2018 | 02:16 WITA Tag: , , , ,
  Kondisi korban setelah diturunkan dari tali gantungan. (foto : Facebook)


Hargo.co.id, Garut – Diduga tak kuat menjalani kehidupan rumah tangga bersama suaminya, seorang istri nekat bunuh diri dan meninggalkan surat yang berisi keluhan dan pamit.

Seperti dilansir dari halaman Facebook Yuni Rusmini, sebelum tewas gantung diri dan ditemukan oleh anaknya, Tita (24), warga Kampung Tegal Panjang RT01/06 Desa Tegal Panjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut itu menyempatkan diri menulis sepucuk surat wasiat, pada Selasa (17/04) sekira pukul 12.30 WIB.

Tita membuat surat wasiat berisi ungkapan kekecewaannya yang ditujukan untuk suaminya. Dia meluapkan perasaannya melalui surat wasiat yang ditulisnya pada selembar kertas bergaris memakai pulpen bertinta hitam. Isi tulisan pada surat wasiat itu berisi tentang perasaan korban terhadap perilaku suaminya.

BACA  KPK Dikerdilkan Sesuai Pesanan Oligarki
Surat yang ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya. (foto : Facebook)
Surat yang ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya. (foto : Facebook)

”Ya Allah maafkan hamba…
Aa, abi mah ngeus embung unggal poe pasea jeung pasea, naon-naon teh sagala nyalahkeun ka abi. Aya kasalahan abi we nu dicarekan, geus embung abi mah capek kudu rumah tangga kieu wae teh.
Kapamajikan kasar, gede ambek, ngomong sangeunahna wae, teu mikirkeun kana hate abi. Lamun pasea saetik oge matak nyeri hate. Ngomongna teh ngeus teu katarima ku hate abi. Ngeus nyeri, nyeri pisan.
Mamah jeung bapa, panguruskeun budak abi sing pada mikanyaah kusararea. Ujang hampura mamah, ujang sing salamet ulah cicing jeung bapa bisi kabawakeun teu baleg.
Gara-gara Aa jadi abi kieu euweh harepan deui cicing didieu oge. Enya oge karunya ningalkeun budak”.

(Ya Allah maafkan hamba…
Bang, saya udah gak mau setiap hari ribut dan ribut. Apa-apa juga semua nyalahin saya. Ada kesalahan selalu saya yang dimarahi. Saya udah ngga mau, saya capek rumah tangga seperti ini terus.
Ke istri kasar, suka marah, kalau ngomong suka seenaknya, gak mikirin perasaan saya. Kalau ribut sedikit juga suka sakit hati. Omongannya sudah gak bisa diterima oleh hati. Sudah sakit, sakit sekali.
Mamah sama bapa, tolong urusin anak saya. Sayangi oleh semuanya. Ujang maafin mamah, Ujang harus selamat, jangan tinggal sama bapak nanti kebawa gak bener.
Gara-gara abang, saya jadi seperti ini. Ngga ada lagi harapan tinggal disini juga, meskipun saya khawatir ninggalin anak.)

BACA  Diserang OTK, Prada AYA Tewas, Praka A Kritis

Karena diduga tidak tahan menghadapi persoalan pelik rumah tangganya membuat korban frustasi. Pihak Kepolisian Sektor Wanaraja Resor Garut sempat memeriksa korban setelah mendapat laporan dari warga setempat, dan selanjutanya disemayamkan oleh keluarga.

BACA  Mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja Meninggal

Di bagian akhir postingannya, pemilik akun menuliskan nasehat :

Mari Belajar dari Kisah Ini

Bila Kita merasa susah ,sedih atau bingung menghadapi hidup Ini, dekatkan diri pada Allah. Kepada Nya kita memohon petunjuk dan bersandar. Jangan sampai syetan bisa mengajak dan menggoda kita melakukan hal-hal yang dilaknat Allah yaitu bunuh diri, cara yang sesat merugikan dunia akhirat kita… naudzublillah mindzalik.

Semoga kita dijauhkan dari kejadian-kejadian sesat seperti ini… Aamiin. (hg/rah)


Komentar