Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Istri Wawali Budi Doku ditangkap BNNP, Marten…

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 4 Januari 2018 | 08:51 Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id  Wali Kota Gorontalo Marten Taha ikut menaruh perhatian atas ditangkpanya istri Wakil Wali Kota Gorontalo Sherly Djou, yang diduga sedang pesta narkoba. Orang nomor satu di Kota Gorontalo itupun mengaku prihatin. Apalagi, Sherly memiliki peran cukup strategis dalam membantu kinerja pemerintahan Kota Gorontalo. Yakni sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Gorontalo.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kita harus menanamkan prinsip praduga tak bersalah kepada yang bersangkutan. Sebab kasus masih dalam proses penyelidikan,” ucap Marten Taha kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin (3/1).

Sebagaimana diketahui Sherly Djou diamankan Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Gorontalo di kompleks rumah kopi (warkop) Perspektif, Jl.HOS. Cokroaminoto, Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Selasa (2/1) malam. Sherly diamankan bersama seorang rekanya Leli yang diduga ikut bersama-sama pesta narkoba.

Menurut Marten Taha, Sherly Djou tercatat masih aktif sebagai Wakil Ketua TP PKK. Meski sifatnya individual/personal, insiden yang menimpa Sherly Djou ikut terkait dengan harkat dan martabat Pemkot Gorontalo.

“Saya menekankan ini tidak ada hubungannya dengan politik saat ini. Karena beliau adalah istri Wali Kota dan itu terjadi di Kota Gorontalo. Tentu ini menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala daerah. Kalaupun yang bersangkutan tidak masuk dalam struktur pemerintahan, mungkin saya tidak akan masuk lebih dalam,” sambung Marten.

Terkait hal itu, Marten Taha menyatakan, Pemkot Gorontalo menutup sementara warkop Perspektif. Langkah itu dilakukan karena tempat usaha tersebut dinilai menyalahi aturan. Yakni diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

?Saat ini perizinan warung kopi sangat ketat, di antaranya tidak bisa menjadi arena perjudian, peredaran miras dan narkotika,” ujar Marten. “Itu langkah pertama kita untuk menutup sementara lokasi dibekuknya dua pelaku yang diduga pesta narkoba itu,? sambungnya.

Selanjutnya Marten menyerahkan semua penyelidikan ke pihak yang berwenang. ?Kita tunggu langkah BNNP. Kami serahkan semua ke penyidik,? tandasnya.

Sementara itu dalam akun facebooknya, Marten Taha juga menyerukan kepada seluruh masyarakat, simpatisan dan pendukungnya agar tidak melancarkan komentar-komentar di medsos terkait dengan kejadian yang melibatkan istri Wakil Walikota Budi doku.

“Kita biarkan proses hukum berjalan sesuai koridor. Dan kita tetap mengedpankan azaz praduga tidak bersalah. Biarlah kita percayakan kepada aparat penegak hukum bekerja dengan sebaik-baiknya,” tulis Marten Taha.

Apalagi sampai saat ini antara dirinya dan Budi Doku sama-sama masih berada di pemerintahan Kota Gorontalo hingga masa jabatan berakhir. “Tidak baik dalam agama dan persahabatan, kita zholim apalagi Suuzon pada orang yang tertimpa musibah,” urai Marten dalam status facebokknya. (ndi/rmb)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar