Kamis, 8 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Isu Gola, Anak Jangan Dibuat Trauma

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 23 Maret 2017 | 14:50 WITA Tag: , ,
  


 

GORONTALO, hargo.co.id – Kasus penculikan anak yang berada di Bone Bolango, membuat masyarakat Gorontalo resah.

Apalagi penculikan anak ini diketahui dilakukan oleh Gola (sekelompok orang penculik anak). Terkait dengan itu, pusat studi kajian perempuan dan perlindungan anak, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Lilan Dama, M.Pd mengatakan, isu yang kian meresahkan ini tentunya membuat anak-anak trauma, dan itu bisa berbahaya pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

BACA  Idah Syahidah Dapat Kejutan dari Dharma Wanita pada Momen HUT

“Memang para anak-anak sekarang banyak yang trauma, yang ditakutkan ketika mereka trauma maka mereka sudah tidak akan fokus lagi dalam belajar,” ungkapnya.

Lilan mengatakan, anak-anak sekolah yang menjadi korban ini harus diberikan pendampingan, dan untuk saat ini jangan sembarangan orang yang melakukan wawancara atau banyak bertanya kepada anak yang menjadi korban.

BACA  Rusli Habibie Minta Masalah GORR Jangan Dijadikan Alat Politik

“Menurut saya, psikologi anak tersebut sangat terganggu, dan dia butuh pendampingan,” katanya.

Lulusan Doktor Universitas Negeri Jakarta ini, menambahkan kalau pun sudah ditangani oleh pihak kepelosian, itu tentunya yang melakukan penyidikan harus bagian unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan tetap butuh pendampingan.

“Jangan sampai anak yang menjadi korban itu malah trauma, karena dia merasakan kejadian yang sangat menyeramkan dalam hidupnya,” jelas Lilan.

BACA  Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, 70 CPNS di Gorontalo Ikuti Pelatihan Dasar

Olehnya, Lilan berharap untuk sekarang ini, para orang tua harus tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap para anak-anaknya, tapi yang menjadi persoalannya adalah ketika masih ada sebagian sekolah yang melarang siswanya membawa Handphone, padahal itu sangat membantu orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak.

“Setiap orang tua tentunya mempunyai cara pengawasan kepada para anak-anaknya,” pungkasnya. (wan/hargo)


Komentar