Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Iuran Korpri Kabupaten Gorontalo Kemana?

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 7 April 2017 | 16:26 WITA Tag: ,
  


GORONTALO – Hargo.co.id Iuran bulanan yang sebelum ini dipungut Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Gorontalo diminta agar ada transparansi kepada para anggota Korpri.

Pasalnya, sampai saat ini para anggota tidak mengetahui persis pengeloaan dan pengunaan dana tersebut.Iuran bulanan Korpri ini, mulai dipungut Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Gorontalo sejak tahun 2010.

Pungutan diambil dari potongan Tunjangan Penghasil Pegawai (TPP) Pegwai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Jumlah PNS di Kabupaten Gorontalo sendiri kurang lebih ada 6.000 orang.

BACA  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Petinggi Jamaah Islamiyah di Lebak

Menurut sejumlah anggota Korpri yang menghubungi Gorontalo Post, besaran yang dipotong per bulan dari mereka rata-rata Rp 50 ribu per bulan oleh Bendahara Dewan Pengurus Korpri. Jika dikalikan 1 tahun (12 bulan) dari total yang dipungut untuk seluruh PNS, diperkirakan mencapai Rp 3,6 miliar.

BACA  Gara-Gara Virus Corona, Seorang Ayah Tega Bunuh Anaknya

“Pada awal bulan Maret 2017, pemotongan Iuran Korpri tiba-tiba dihentikan karena tidak ada dasar sama sekali. Namun dana tersebut kurang jelas kemana dan akan diapakan. Tidak ada informasi juga iuran yang dipotong itu akan dikembalikan ke kita,” kata salah satu anggota Korpri yang namanya enggan dikorankan.

Anggota Korpriyang mempertanyakan masalah ini mengaku khawatir. Jangan sampai dana tersebut disalahgunakan untuk kepentingan politik atau dipakai untuk kepentingan perjalanan dinas.

BACA  Sosok Mayat Ditemukan di Lapangan Taruna

“Agar anggapan buruk ini tidak muncul, kami minta ada transparansi dari dewan pengurus. Biar semuanya jelas,” ujarnya. Ketika dikonfirmasi, Bendahara Dewan Pengurus Korpri Roswati Lasimpala enggan memberikan penjelasan.

Menurutnya hal itu adalah persoalan internal Korpri saja. “Nanti kami akan mengadakan rapat kembali. Setelah rapat baru saya kasih keterangan,”singkat Roswati. (tr-53/hg).


Komentar