Minggu, 24 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Iyut Bing Slamet Pakai Narkoba Sejak 15 Tahun Lalu

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Selebriti , pada Sabtu, 5 Desember 2020 | 23:05 WITA Tag: ,
  Iyut Bing Slamet. Foto: Instagram/iyut.bing7


Hargo.co.id, JAKARTA – Mantan artis cilik Iyut Bing Slamet (IBS) mengaku sudah mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu sejak 2004 silam.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Hal itu diungkap adik aktor Adi Bing Slamet itu kepada polisi saat pemeriksaan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Iyut akan mengonsumsi narkoba jika sedang dalam kondisi keuangan yang baik.

“Yang pasti yang bersangkutan dari tahun 2004, ia memakai putus sambung, putus sambung dia memakai tergantung kondisi keuangan,” kata Budi di Mapolres Jakarta Selatan, Sabtu (5/12).

BACA  Raffi Ahmad Mengaku Siap Divaksin Bareng Presiden Jokowi

“Putus sambung, putus sambung. Jadi yang bersangkutan beli (narkoba, red) kalau memang ada uang,” lanjut Budi.

Adapun Iyut membeli sabu-sabu seberat 0,7 gram dari seorang bandar yang hingga kini masih diburu polisi pada Selasa (1/12).

Selain Iyut, polisi juga mengamankan barang bukti di rumah Iyut berupa satu set alat isap sabu-sabu, dua buah korek gas, dan satu buah plastik klip bening bekas narkoba.

BACA  Keluyuran Pascavaksinasi, Istana Tegur Raffi Ahmad

“Kalau yang dibelinya adalah 0,7 gram yang habis pakai. Maka dari itu yang bersangkutan kena pasal penggunaan, sementara kami kejar penjualnya,” ujat Budi.

Saat ini Iyut sudah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Selatan dan polisi masih memburu bandar yang menjual barang haram tersebut ke Iyut.

BACA  Diduga Kasus Narkoba, Vokalis Band Kapten Ditangkap

Diketahui, Iyut Bing Slamet ditangkap di kediamannya, Kawasan Kramat Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (3/12) malam.(mcr1/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Iyut Bing Slamet Pakai Narkoba Sejak 2004, Polisi: Dia Beli kalau Ada Uang“. Pada edisi Sabtu, 05 Desember 2020.

Komentar