Rabu, 25 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jabatan Fadel Muhammad Terus Dilucuti, Terbaru, Jabatan Pimpinan di Komisi VII Dicopot

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 19 Januari 2017 Tag: ,
  

JAKARTA – Jabatan Fadel Muhammad di DPRRI terus dilucuti. Setelah dimutasi dari ketua komisi X ke wakil ketua komisi VII DPR RI, kini legislator asal Gorontalo ini tak lagi memegang jabatan strategis di Senayan.

Sebelumnya posisinya sebagai sekertaris dewan pembinan Partai Golkar juga dicopot. Pencopotan Fadel diduga karena sikapnya yang tidak sejalan dengan instruksi Partai Golkar pada Pilkada Gorontalo. Fadel lebih memilih isterinya Hana Hasana daripada calon Gubernur yang diusung Golkar, Rusli Habibie.

Posisi Fadel Muhammad sebagai Wakil Ketua Komisi VII kini diisi Satya Widya Yudha. Pelantikan Sapta berlangsung selasa (17/1) kemarin.

“Saya menawarkan kepada anggota Komisi VII DPR, apakah yang disampaikan juru bicara Fraksi Partai Golkar perihal pergantian Wakil Ketua Komisi VII dari Fadel Muhammad kepada Satya Yudha bisa disetujui?,” kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa (17/1), seperti dilansir republika.com.

Setelah itu, seluruh anggota Komisi VII DPR yang hadir menyatakan setuju pergantian pimpinan komisi tersebut. Agus mengingatkan bahwa Komisi VII DPR yang membidangi sektor energi, pertambangan, lingkungan hidup serta riset dan teknologi ini, masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan seperti menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Mineral dan Batu Bara serta RUU Minyak dan Gas.

Dia juga menjelaskan bahwa potensi geothermal Indonesia sangat besar sehingga Komisi VII DPR sudah sepatutnya mendukung penuh pemanfaatan bagi masyarakat.

“Kami minta komitmen untuk geothermal yang baru dimanfaatkan lima persen padahal listrik kita masih sering mati. Kami ingin tegaskan bahwa komitmen terhadap energi geotermal tidak boleh luntur,” katanya.

Satya Yudha mengakui bahwa RUU Migas dan Minerba belum selesai dibahas di Komisi VII DPR sejak dirinya menjadi pimpinan pada periode lalu. Dia meminta pimpinan dan anggota Komisi VII DPR untuk meningkatkan kerja sama dalam mewujudkan target penyelesaian dua RUU tersebut.

“Ketika saya menjadi pimpinan Komisi VII DPR periode lalu, RUU Migas dan Minerba belum bisa berjalan dan dengan dorongan semua pihak diharapkan target diselesaikannya kedua RUU bisa tercapai,” katanya.

Laman: 1 2