Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jabatan Sekkot, Marten Taha Pastikan Maret Terisi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 20 Januari 2017 | 12:12 PM Tag: , , ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Jabatan sekretaris kota (Sekkot) Gorontalo yang saat ini kosong pasca ditinggal Darwis Salim, akan segera terisi.

Bahkan dipastikan bulan Maret 2017, telah ada pejabat yang menduduki Sekkot Walikota Gorontalo Marten Taha mulai membuka pendaftaran calon Sekkot pada Senin (23/1) pekan depan.

Hanya saja, kendati dilakukan terbuka melalui mekanisme oppen bidding, namun pendaftaran calon Sekkot ini tidak untuk para pejabat dari luar Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo.

Marten lebih memilih memberdayakan pejabat diinternal Pemkota daripada harus import (datangkan) dari luar Pemkot.

“Open Bidding ini memang terbuka, tetapi terbuka terbatas. Hanya untuk pejabat-pejabat di lingkungan Pemkot Gorontalo,”ujar Marten Taha kepada Gorontalo Post (19/1).

Terkait dengan proses open bidding, Marten mengaku telah melakukan konsultasi dengan Plt Gubernur Gorontalo Prof Zudan Arif Fakhrullah.

Sebab, lanjut Marten, jabatan Sekkot akan diSK-kan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui Gubernur.

“Jadi sebelum saya mengambil langkah-langkah itu, makanya saya konsultasi dulu,”ucap Marten Taha.

Hasil dari open bidding tersebut, lanjut Marthen, akan diusulkan ke Gubernur untuk mendapat persetujuan dan selanjutnya diteruskan ke Mendagri guna ditetapkan menjadi Sekkot definitif.

“Pansel Open Bidding akan segera kami bentuk. Rencananya Senin pekan depan itu, calon-calon Sekkot yang ingin mengisi jabatan itu bisa mendaftarkan diri mereka,”jelasnya.

Selain pejabat di lingkungan Pemkot kata Marten, posisi pejabat yang bisa mengisi jabatan Sekkot tersebut setidaknya memiliki jenjang karir, telah menempati jabatan essalon II, minimal sudah pernah menjabat sebagai kepala dinas di dua SKPD, kepangkatan yang cukup, jenjang pendidikan termasuk Diklat yang memadai.

“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, nanti teknisnya diatur oleh Pansel,”terang mantan ketua DPRD Provinsi Gorontalo itu. Ia memastikan, Maret 2017, Sekkot depenitif sudah bertugas.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar