Jumat, 15 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jadi Tulang Punggung Keluarga, Kisah Salma Yahya (45) sebelum Tabrakan Maut

Oleh Aslan , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 3 November 2017 | 09:35 WITA Tag: , ,
  Sepeda motor yang terlibat kecelakaan di jalan Palma Kota Gorontalo yang menewaskan seorang single parents, Salma Yahya (45).


Salma Yahya (45) yang merupakan korban kecelakaan maut di Jalan Palma, Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Rabu (1/11). Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Pasalnya, IRT yang keseharian merupakan penjual nasi kuning adalah tulang punggung keluarga setelah sang suami tercinta meninggal dunia

Nadjib – GORONTALO

Hargo.co.id – Seperti biasa, setiap malam hari Salma Yahya, warga Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, melakukan aktivitasnya untuk membeli bekal perlengkapan dagangan nasi kuning dan makanan ringan lainnya yang akan dijual pada pagi hari.

BACA JUGA : Hendak Pulang ke Rumah Ibu 45 Tahun Tewas Disambar Orang Mabuk

Namun malang benar nasibnya, tepat 1 November sekitar Pukul 22.15 Wita, ibu dua orang anak ini harus menghembuskan nafas terakhirnya setelah motor Suzuki Nex DM 4170 AQ bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha M3 dengan nomor Polisi DM 3547 J yang dikendarai Agung, lelaki yang pada malam itu sudah mengkonsumsi minuman keras, di Jalan Palma, Kelurahan Dungingi, Kota Gorontalo, tepatnya di depan mesjid Al-Adha.

Anak korban Rika Verawati Biuwa kepada Gorontalo Post menyampaikan, ibunya (Salma Yahya) adalah pedagang makanan ringan dan Nasi Kuning di Taman Kanak-Kanak (TK- KH Dewantoro) Kelurahan Libuo. Setiap hari, ibunda tercinta selalu membeli persediaan dagangan, makanan ringan dan bahan membuat nasi kuning di pasar Jodoh, Terminal Kecamatan Dungingi. “Biasanya saya yang menemani ibu untuk membeli dagangannya,” ujarnya.

BACA  Resmob Gabungan Berhasil Bekuk Pelaku Pembacokan di Biau

Sebelum kejadian, sekitar Pukul 20.00 Wita ibunda tercinta hendak pergi kerumah Lurah, namun pada saat itu Rika terlebih dahulu meminjam motor yang akan dikendarai untuk menjemput suaminya pulang bekerja. Saat Rika pergi menjemput suaminya, Salma Yahya sedang mepersiapkan bahan untuk membuat Nasi Kuning.

Tak berapa lama setelah sampai dirumah, Rika mendapati sang ibu sedang memarut kelapa yang akan dijadikan santan untuk membuat nasi kuning. Belum juga satu batok kelapa habis diparut, sekitar Pukul 20.30 Wita, Salma Yahya langsung bergegas pergi kerumah Lurah untuk membicarakan kegiatan PKK. Usai pulang dari rumah Lurah Libuo, kejadian tragis itu pun terjadi.

“Padahal, setiap membeli bahan dagangan, ibu tidak pernah membawa motor melebihi kecepatan 30 kilometer per jam. Saat belok di simpang jalan, ibu selalu berhenti terlebih dahulu untuk melihat kenderaan yang lewat. Ibu saya tidak pernah memacu motornya dengan kecepatan lebih dari 30 kilometer per jam,” kata Rika yang pada saat kejadian itu sedang makan di rumah.

BACA  Pengunjung Membludak, Pantai Minanga 'Disegel' Petugas

Rika sendiri mendapatkan informasi dari salah seorang anak tetangganya. Mendengar informasi itu, dirinya langsung bergegas lari ke lokasi tanpa alas kaki. Ketika tiba dilokasi, yang ditemui tinggallah darah bekas kecelakaan. “Lampu merkurinya tidak menyala lagi. Jadi gelap. Saya hanya melihat bekas darah di lokasi,” ujarnya.

Atas kejadian itu, keluarga Salma Yahya tak kuasa menahan tangis ketika mendapati sang ibu yang jadi tulang punggung keluarga se usai sang ayah meninggal dunia.

Kini, tersisa dua anaknya yakni Rika Verawati Biuwa dan Vera Rimbi Biuwa yang masih duduk di kelas 8 SMPN 7 Kota Gorontalo. Setelah melalui pemeriksaan dokter, akhirnya Selasa (2/11) kemarin sekitar Pukul 09.30 Wita, jenazah Salma Yahya dikebumikan di pekuburan keluarga di jalan Delima Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

BACA  Presiden Reshuffle Kabinet, Ada Nama Sandiaga Uno

Dalam iringan duka itu, hadir pihak keluarga Agung. “Kami telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian, dan kami juga tidak akan menutup diri apabila ada keluarga Agung yang ingin bersilaturahim dengan kami,” tutur Rika.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gorontalo Kota, AKP Roni Barli, melalui penyidik Laka Lantas Brigadir Firdam mengemukakan, Agung adalah pemuda asal Manado yang baru dua hari di Kota Gorontalo. Pada saat kejadian, Agung tengah mabuk dan memacu motor dengan kecepatan tinggi.

Ketika sedang mengendarai sepeda motornya, Agung berusaha menghindari lubang yang berada di dekat tempat kejadian, dari arah berlawanan berpapasan dengan Salma Yahya dan terjadilah kecelakaan. “Salma Yahya mengalami luka dibagian kepala belakang dan Agung mengalami luka diwajah.

Agung saat ini sudah diamankan di unit Laka Lantas Polres Gorontalo Kota dan sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Kami masih sementara melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Agung sudah diamankan dan setelah kelengkapan berkas, laporan akan segera diserahkan kepengadilan,” tegsanya. (Tr-60/hg)


Komentar