Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jaga Kemitraan dengan UNG Terkait Warisan Budaya

Oleh Aslan , dalam Metropolis , pada Kamis, 24 Agustus 2017 | 03:00 WITA Tag: ,
  Kabid Kebudayaan Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Irwan Hadjarati S.Sos (tengah) menyaksikan langsung diskusi disela-sela acara sidang penetapan warisan budaya takbenda.


Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo

GORONTALO Hargo.co.id – Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo telah sukses mencatatkan 15 warisan budaya tak benda Republik Indonesia yang ada di Gorontalo.

Suksesnya penetapan warisan budaya tak benda tersebut tidak terlepas dari kemitraan yang terus dijalin dan dijaga oleh Dikbudpora Provinsi Gorontalo dengan Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

BACA  Pedagang dan Pengunjung Butuh Fasilitas Tambahan di Kawasan Matobonebol

Kabid Kebudayaan Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Irwan Hadjarati S.Sos, mengatakan, hingga saat ini, Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo masih menjalin kerjasama dengan UNG dalam hal kajian akademik terkait warisan budaya Gorontalo.

“Direktur Diplomasi Warisan Budaya dan tim ahli mengakui model kerjasama Diknas Dikbudpora dengan UNG ini, karena Gorontalo dapat bergandengan tangan dengan perguruan tinggi/akademisi dalam hal memanfaatkan kajian akademik yang akurat dan benar benar ilmiah,” kata Irwan saat mengikuti sidang penetapan warisan budaya takbenda Indonesia 2017 yang digelar di Hotel Millennium Jakarta, sejak 21 hingga 24 Agustus tersebut.

BACA  Akses Padebuolo-Bypas Talumolo Terendam Air

Irwan mengungkapkan, hingga saat ini, beberapa warisan budaya tak benda Gorontalo yang telah disahkan atau ditetapkan oleh tim hali itu, masing-masing Molapi Saronde dan Tumbilotohe yang ditetapkan tahun 2013, Karawo ditetapkan 2014, Polopalo dan Tanggomo ditetapkan 2015.

BACA  Simpan Narkoba dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang Lion Air Diciduk

Lohidu, Tahuli, Dayango, Binthe Biluhuta dan Langga ditetapkan 2016 serta Pa’iya Lo Hungo Lo Poli, Tujai, Wunungo, Tidi Lo Polopalo dan Palebohu yang ditetapkan tahun 2017 ini.(dan/adv-16/hg)


Komentar