Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



JAGO: Menjaga Regenerasi Kepemimpinan Suku Bangsa Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 17 September 2016 | 22:39 WITA Tag: ,
  


Oleh: Rully Lamusu, Koordinator Jaringan Anak Gorontalo

Berdasarkan pada data penduduk Gorontalo yang ada di Gorontalo dan luar Gorontalo, angkanya berkirar di 4-7 juta jiwa.

Kondisi demografis ini membuat kami sebagai anak Gorontalo Asli menjadi yakin bahwa Gorontalo adalah suku bangsa yang bisa ikut mempengaruhi langkah bangsa Indonesia kedepan.

Keyakinan ini semakin bertambah dengan tren pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang terus naik, kualitas sumber daya manusia yang semakin baik, kemiskinan dan pengangguran yang angkanya terus turun.

Keyakinan ini adalah bukti bahwa kualitas kepemimpinan Gorontalo semakin naik mutunya.

BACA  Tinggal Dua Pasien, Pohuwato Optimis Pekan Depan di Zona Hijau

Keyakinan ini ditambah dengan semakin sinerginya Gusnar Ismail sebagai Mantan Gubernur Gorontalo dan Gubernur Gorontalo saat ini Rusli Habibie.

Ini tidak lepas dari apa yang pernah menjadi cita-cita Fadel Muhammad sewaktu menjadi Gubernur Gorontalo lalu, bahwa kepemimpinan Gorontalo harus selalu bersinergi antar periode, kompak dalam satu tarikan nafas dalam semangat jatidiri anak Gorontalo.

Keyakinan kami dalam membangun Jaringan Anak Gorontalo ini tidak lain untuk menjaga sinergi politik antar generasi, antar daerah dan antar elemen.

BACA  Wisatawan Meningkat, Aleg Bone Bolango Ingatkan Protokol Kesehatan

Gorontalo adalah satu dari 19 daerah adat yang menjadi target dipecah Belanda. 19 daerah adat ini adalah pokok Nusantara. 19 daerah adat ini terkenal dengan kekuatan dan kekompakan serta soliditas rakyatnya.

Gorontalo adalah satu daerah yang terus menjaga kemurnian dan keaslian adat dan budaya. Seperti Gowa dan Bone di Sulawesi Selatan yang terus berikhtiar menjaga keaslian dan kekokohan dalam adat Bugis-Makassar.

Pasca Orde Baru, otonomi yang semakin menguat, tiap daerah dan suku bangsa diberi kesempatan untuk membangun daerahnya.

Orang Gorontalo berhak dan juga wajib membangun daerah, tempat ia lahir dan tempat ia juga berjuang hidup. Begitu juga daerah lain.

BACA  Aleg Gorontalo Utara Minta Jalankan Protokol Kesehatan, Sosialisasikan 3M

Namun, kondisi politik akhir-akhir ini membuat kestabilan dalam regenerasi kepemimpinan Gorontalo mulai goyah karena terpercik aroma ambisi dan kerakusan.

Regenerasi kepemimpinan Gorontalo menurut Jaringan Anak Gorontalo mesti dibangun desain dari Gorontalo untuk Gorontalo dan oleh Gorontalo menjadi wajib untuk dijaga dan perkokoh.

Karena itu, JAGO memiliki ikhtiar menjaga regenerasi kepemimpinan suku bangsa Gorontalo.

Semoga setiap usaha kita semua mendapat kemudan dan ridho dariNya.(*)

 


Komentar