Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jagung Senilai Rp 26,61 M Dikirim ke Filipina

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 2 Agustus 2018 | 11:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Aktivitas ekspor pada Juni 2018 tercatat mengalami penurunan. Meski demikian, neraca perdagangannya tetap surplus. Selama bulan Juni 2018 pula tercatat satu-satunya komoditi yang diekspor melalui pelabuhan Gorontalo tidak lain adalah jagung.

“Pada Juni 2018, total ekspor Gorontalo mengalami penurunan 77,33 persen jika dibandingkan dengan Mei 2018. Namun tetap surplus karena pada bulan yang sama tidak ada aktivitas impor sama sekali,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Eko Marsoro, dalam press confrence di kantornya, kemarin, Rabu (01/08/2018).

Pada Juni 2018 satu-satunya ekspor Gorontalo adalah jagung. BPS mencatat sebanyak 6.600 Ton senilai US$1.834.800 atau senilai Rp 26,61 Miliar dengan kurs Rp 14.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Adapun tujuan ekspor kali ini adalah Filipina.

“Penurunan ekspor ini lebih disebabkan karena produksi jagung Gorontalo pada Triwulan II ini memang agak lesu,” kata Eko. Dari catatan BPS pula, selama kurun waktu Januari hingga Juni 2018, perdagangan Gorontalo-Filipina mencapai 90.350 Ton seniali US$24.035.925 untuk dua komoditas diantaranya jagung sebanyak 77.150 Ton senilai US$20.405.925 dan tapioka atau tepung pati 13.200 Ton senilai US$3.630.000.

Bicara masalah impor, selama Semester I 2018 tercatat tak ada aktivitas di Gorontalo. Jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, komoditas impor salah satunya didominasi oleh aspal untuk proyek pekerjaan jalan di Gorontalo, seperti Gorontalo Outa Ring Road (GORR).

Eko mengatakan bahwa saat ini kebutuhan aspal masih cukup karena umumnya masih memiliki stok dari kebutuhan tahun sebelumnya. Dengan nihilnya aktivitas impor, maka neraca perdagangan Gorontalo masih surplus US$25.986.368 atau jika dirupiahkan senilai Rp 376,81 Miliar. “Ini sejarah baru bagi Gorontalo. Kalau dulu-dulunya neraca perdagangan selalu defisit, Insya Allah tahun ini Gorontalo bisa surplus,” pungkasnya.(axl/gp/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar