Selasa, 13 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jalan Tani Desa Momala Rusak Berat Diprotes Warga

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Kamis, 9 November 2017 | 07:58 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Pembangunan plat duicker dan jalan tani yang dilakukan Pemerintah Desa Momala, Kecamatan Dungalio, Kabupaten Gorontalo, menuai protes warga. Pasalnya, pekerjaan yang dibangun Tahun 2016 tersebut kini sudah rusak sehingga warga tak bisa melintas untuk mengangkut hasil perkebunan mereka.

Seperti yang terpantau Gorontalo post, kemarin, Rabu (8/11), jalan tani sepanjang 1 kilometer tersebut kini sudah rusak dan tidak bisa digunakan petani. Kendaraan petani yang digunakan sebagai pengangkut hasil perkebunan warga tidak bisa menuju ke perkebunan yang berjarak 1 hingga 2 Kilometer jauhnya dari jalan utama yang beraspal.

BACA  Lihat Nih, Kiprah ‘Pasukan Kuning’ dalam menjaga Kebersihan

Bahkan, salah satu plat duicker sebagai jembatan untuk melintasi anak sungai kini sudah bergeser dari tempat semula sehingga pembuatan plat duicker yang tidak sesuai, menurut warga, hanya membuat petani kesulitan. Warga pun menilai pekerjaan tersebut diduga asal-asalan.

Hal ini seperti yang diungkapkan Weni Hasan (51), warga setempat. Dia mengaku tidak berfungsinya jalan tani membuat dirinya dan beberapa petani lainnya terpaksa harus menunda pengangkutan hasil kebun mereka karena akses para kijang atau buruh angkut tidak bisa melewati plat duicker yang sudah rusak parah ini.

BACA  Jalan di Kota Gorontalo Masih Banyak yang Berlubang

“Hasil tani kami sampai ribuan ton hanya tertahan di sana (kebun,red), karena tidak bisa diangkut.” jelasnya. Dirinya berharap agar kiranya pemerintah bisa segera memperbaiki jalan tani tersebut yang memang diperuntukkan untuk memudahkan petani dalam beraktifitas. “Saya harap di tahun 2018 nanti, pemerintah bisa memasukkannya dalam rencana perbaikan sehingga kami juga mudah untuk bekerja,” pintanya.

Kepala Desa Momala, Thamrin H Kino, ketika dikonfirmasi mengungkapkan, rusaknya jalan tani dan plat duicker di dusun Tilihua dikarenakan banjir, beberapa waktu lalu.

BACA  Polisi Ciduk Pasangan Kekasih yang Produksi Konten Asusila di Bogor

Namun sebelum plat duicker tersebut terbawa air, pihaknya telah memberitahu kepada warga untuk membersihkan rerumputan yang tersendat di kolong plat duicker.

“Rusaknya jalan dan plat duicker yang dimaksud itu disebabkan air yang mengalir dari pegunungan sana sehingga saat banjir tiba, plat duicker rusak dan tergeser dari tempat semula,” ungkap Thamrin.

Dirinya juga menambahkan bahwa sebelum datangnya banjir, semua tidak ada masalah. “Untuk perbaikannya, kemarin memang sudah kita masukkan dalam perencanaan di 2018 nanti,” tutup Thamrin.(tr-56/hg)


Komentar