Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jalankan Program Kemiskinan, Pohuwato Dibangun Konstruksi

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Pohuwato , pada Kamis, 13 September 2018 | 01:45 Tag:
  

 Hargo.co.id, GORONTALO – Butuh sebuah sinergitas dalam menjalankan program-program kemiskinan mulai dari Pemerintah Desa hingga Pemerintah Pusat. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Bupati Syarif Mbuinga, dimana Pemda telah menyiapkan sejumlah upaya untuk mewujudkannya demi pengentasan kemiskinan di Pohuwato.

Langkah pertama yang akan dijalankan ungkap Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga diawali dari perbaikan Basis Data Terpadu (BDT). Mengingat bahwa data adalah jantung perencanaan demikian juga dengan kemiskinan.

“Data BDT adalah wujud atau bentuk nyata dari sasaran yang harus kita tangani bersama. Tahun ini BDT akan final dan mendapatkan pengesahan dari Kemensos. Oleh sebab itu menjadi tuntutan dann membutuhkan komitmen bersama adalah konsistensi kita dalam memprioritaskan warga masyarakat yang ada dalam BDT tersebut,” ujar Syarif Mbuinga.

Langkah selanjutnya adalah terus mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha pertanian, peternakan, perikanan, usaha jasa, dan perdagangan. Sebagai sebuah proses mewujudkan masyarakat yang produktif dan mandiri, sehingga semakin lama semakin tidak tergantung pada bantuan.

“Guna memudahkan kami mengoptimalkan pendekatan sosial, hal ini sesuai hasil studi banding di beberapa daerah dan hasil kajian BPS. Bahwa kegiatan Pohuwato masih lebih banyak kepada pemenuhan kebutuhan primer (non makanan) dan masih sedikit pada pemenuhan makanan untuk kecukupan 2.100 kalori setiap hari bagi warga masyarakat. Atas hal ini, maka mulai bulan september ini kami akan melaksanakan inovasi baru dengan target memenuhi kebutuhan makan 2 kali dalam sehari bagi lansia terlantar, anak terlantar dan yang cacat,” tambahnya.

Dalam menjalankan program untuk mengentaskan kemiskinan ini lanjut Bupati Syarif perlu adanya sinergitas antara Pemerintah Desa hingga pusat dalam melaksanakan program untuk menghindari yang namanya tumpang tindih kebijakan.

“Sehingga kami pun akan terus memadukan dan sinergikan program kemiskinan di tingkat Pemerintah Desa, kabupaten, provinsi dan pusat. Melalui satu konstruksi aplikasi kemiskinan yang terintegrasi dengan data base pengangguran, pendidikan dalam hal ini database beasiswa dan SDM Pohuwato. Serta database program dan kegiatan kemiskinan oleh pemerintah desa,” pungkasnya. (mg01/gp/hg)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar