Rabu, 25 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jalur Manado-Gorontalo Putus, Truk Tak Bisa Melintas, Bus Turunkan Penumpang

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 14 Desember 2016 | 13:46 WITA Tag: , ,
  


GORUT, Hargo.co.id – Putusnya jalur yang menghubungkan antara Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan Provinsi Gorontalo membawa kerugian bagi moda transportasi.

Mances (50) salah satu Supir Bus Antar Kota Antar Provinsi (Akap) PO Raja Wali rute Manado-Gorontalo, yang tiba sore di terminal 42 Kota Gorontalo mengatakan, kendaraan bus bisa lewat, tapi harus ikut bahu jalan yang sudah dilapisi papan dan kayu.

Mances juga mengakui, ketika bus yang akan melintas di lintasan darurat yang dibuat warga, para penumpang bus harus turun, guna mengurangi beban bus serta menghindari risiko kecelakaan saat melintas di lintasan darurat itu agar tidak ambruk.

BACA  Kabar Baik, Pohuwato Kembali ke Zona Hijau

Sama halnya dengan truck pengangkut barang atau Truck Ekspedisi antar provinsi, ketika melewati lintasan darurat itu harus menurunkan sebagian muatanya guna mengurangi resiko kecelakaan.

“Itupun kendaraan harus antri satu persatu ketika akan melintasi jalur itu,”tandasnya.

Amblasnya jalan, tepatnya di Desa Huidumelito, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Selasa (13/12) sore kemarin membuat ratusan kendaraan roda empat mengular mencapai 1 kilometer.

[Baca: Astaga, Jalur Manado-Gorontalo Putus]

Hingga berita ini dilansir, petugas masih memasang jembatan darurat di lokasi jalan yang amblas. Kendaraan berat seperti truk dan kontainer tak bisa melintas.

BACA  Waspadai Penularan Covid-19 di Pasar Tradisional

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorut, Nurdin Humolungo, menjelaskan, kondisi jalan kemungkinan akan semakin bertambah parah mengingat sore kemarin hingga tadi malam masih terjadi hujan deras dilokasi amblasnya jalan tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) PU Gorut, Roni Bumulo mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Gorontalo, untuk menangani jalan tersebut.

”Kewenangan ada di Satker PJN. Namun, kami juga sudah berupaya, meski memang agak sulit,”kata Roni Bumulo.

BACA  Aleg Gorontalo Utara Minta Jalankan Protokol Kesehatan, Sosialisasikan 3M

Satu-satunya cara untuk mengatasinya jelas Roni Bumulo adalah dengan menggunakan jembatan Bailey dan itu ada di Satker PJN. Karena kalau ditimbun tidak bisa, mengingat itu jalan air.

Untuk buat dek dari kayu, juga diakui jelas Roni Bumulo cukup sulit, tidak ada akses jalan lain karena sebelah jurang dan sebalah jalan lagi gunung.

“Kita terus berkoordinasi dengan PJN dan Pemprov Gorontalo untuk menanganinya,”terangnya.

Hingga tadi malam, petugas masih berupaya menangani jalan tersebut. Ratusan kendaraan utamanya trcuk terlihat masih mengular, baik dari arah Sulawesi Utara (Sulut) maupuan sebaliknya. (idm/tr-54/roy/hargo)


Komentar