Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jangan Beri Stigma Negatif Terhadap Penderita Covid-19

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 29 Desember 2020 | 06:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi Pasien Covid-19 sementara menjalani perawatan. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, JAKARTA – Masyarakat diminta untuk tidak memberikan stigma negatif kepada para penderita COVID-19. Para penderita atau penyintas COVID-19 seharusnya diberikan dukungan agar imunitasnya terjaga sehingga bisa tetap sehat.

“Jadi mereka itu butuh support. Kalau datang langsung ditutup pintu, itu kan susah,” kata pengajar KSM Psikiatri FKUI Hervita Diatri dalam diskusi bertajuk Stop Stigma: Sebar Cinta Saat Pandemi yang digelar di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Senin (28/12/2020) seperti yang dilansir jpnn.com.

BACA  Sebanyak 39 Pegawai Kemenkeu Meninggal Dunia karena Covid-19

Terlebih lagi, kata Hervita, bila teman dari orang yang menderita COVID-19 tiba-tiba menunjukkan sikap berbeda, bahkan tidak mau lagi berbicara dengannya.

“Terus yang tadinya teman, tetapi enggak mau ngomong karena berpikiran sama kamu (bisa) kena. Dia pasti merasa sedih, cemas, dan daya tahan tubuh turun,” lanjut Hervita Diatri.

BACA  Perayaan Natal di Tengah Pandemi, Jokowi: Jangan Kehilangan Harapan

Menurut dokter spesialis jiwa itu, label kepada seseorang yang berpenyakit dengan niat menjaga jarak sebenarnya sangat berbahaya. Apalagi sampai terjadi kekerasan.

“Masalahnya bukan sampai menjauhi saja. Tetapi kemarahan karena sampai membawa anggapan risiko kepada saya, sehingga membuat label itu semakin mudah. Kamu adalah sumber penularan,” jelas dia. Orang yang menerima stigma, lanjut Hervita, akan merasa dirinya terkucilkan.

BACA  Menteri Tjahjo Terbitkan SE Baru soal Penegakan Disiplin PNS, Mohon Dibaca

Selain itu, korban labelisasi itu juga tidak mau bercerita kepada orang lain terkait apa yang dideritanya.(tan/jpnn)


Komentar