Jumat, 22 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jangan Coba-Coba, Kejahatan di Internet Tinggalkan Jejak

Oleh Aslan , dalam LifeStyle , pada Minggu, 27 Agustus 2017 | 05:00 WITA Tag: ,
  Ilustrasi (foto: google.com)


Hargo.co.id – Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan usai terbongkarnya sindikat penebar hoax Saracen dapat dijadikan pelajaran bagi warga Indonesia semuanya.

“Masyarakat harus sadar dan waspada bahwa konten konten di internet itu bisa difabrikasi, yang namanya akun juga bisa difabrikasi,” ucap Samuel di Jakarta pada Sabtu (26/8/2017).
Dengan kita memahami itu, sambung Samuel, kita lebih hati-hati ketika membaca berita. “Siapa yang menulis beritanya medianya sudah punya kredibilitas belum, sudah menjalankan kaidah kaidah jurnalistik belum,” tambahnya.
Kemudian orang yang menulisnya juga harus dilihat dan dicermati, penulis tersebut punya kredinsil tidak, kalau belum yakin bisa menanyakan profil maupun biografinya ke internet.
“Jadi kesadaran dan kewaspadaan ini masyarakat akan makin tinggi,” tandasnya.
Selanjutnya dia menjelaskan bahwa diinternet itu kita tidak bisa bersembunyi pada saat kita melakukan kejahatan, hanya butuh waktu saja untuk mengungkapnya.
“Kalau anda canggih akan lambat aja nangkepnya. Tapi kalau kami sudah punya sistemnya terpasang dan lebih canggih lagi akan lebih cepat,” paparnya.
Samuel juga berpesan, jangan pernah berbuat kejahatan diinternet atau dunia maya, karena diinternet meninggalkan jejak. Jejak tersebut bisa ditelesuri karena digital itu ada namanya digital efidensial yang bisa dibuka.  (jaa/hg)

Komentar