Senin, 23 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jangan Hanya Mengandalkan Satu Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Podcast Lantai4 , pada Jumat, 13 November 2020 | 19:05 WITA Tag: , ,
  Direktur Hargo.co.id, Kristina Udoki (kanan) dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNG, Amir Arham (Kanan) pada salah satu acara talkshow. (Foto Agustinawati Said/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Amir Arham, ME menegaskan bahwa suatu daerah tak boleh hanya mengandalkan satu sumber pertumbuhan ekonomi. Alasannya, jika ada masalah seperti pandemi Covid-19, maka perekonomian akan terpuruk.

Penegasan ini disampaikan saat tampil narasumber pada Podcast Lantai4 yang disiarkan melalui youtube Hargo Channel. Kepada Direktur Hargo.co.id, Kristina Udoki, Amir Arham menjelaskan bahwa salah satu sektor yang cukup berdampak di era pandemi Covid-19 ini yakni pariwisata. Daerah yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, pasti terpuruk.

BACA  Lawan Covid-19 dengan Saling Mengingatkan

“Saya contohkan Bali. Sesuai data, saat ini Bali berada pada minus 12,28 persen. Perekonomian benar-benar terpuruk karena hanya mengandalkan satu sektor pertumbuhan ekonomi, yakni pariwisata yang terhubung dengan perhotelan dan restoran,” jelasnya.

BACA  Penerapan Protokol Kesehatan di Wilayah Kabila Bone

Masih pada kesempatan yang sama, Amir Arham juga mengomentari tiga daerah yang pertumbuhan ekonominya naik yakni Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Kalimantan Utara. Menurutnya, tiga daerah itu mengandalkan sistem olahan. Artinya, Sumber Daya Alam (SDA) memadai, dan dilakukan pengolahan.

BACA  Ribuan Warga Terjaring Razia Penerapan Protokol Kesehatan

“Beda dengan Kalimantan Timur yang mana punya SDA bagus, namun hanya dieksplorasi, lalu dijual. Itu justru tak membantu pertumbuhan ekonomi suatu daerah,” kuncinya. (red/hg)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun



Komentar