Wednesday, 4 August 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jangan Remehkan Covid Pada Anak, 40 Persen dengan Riwayat Komorbid Meninggal

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Sunday, 6 June 2021 | 05:05 AM Tags: ,
  Ilustrasi virus corona pada anak(Shutterstock)

Hargo.co.id, JAKARTA – Para orang tua sekali lagi diingatkan agar mengajarkan anak mereka disiplin memakai masker. Pasalnya, bukan hanya orang dewasa dengan komorbid saja yang rentan meninggal dunia jika terifeksi Covid-19, tetapi anak dengan penyakit bawaan yang berat juga bisa meninggal jika terinfeksi Covid-19.

Hal itu terungkap dalam penelitian dan publikasi dari peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Rismala Dewi, Sp.A(K) dan tim. Dalam laporannya dinyatakan bahwa 40 persen pasien anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia. Dan mortalitas atau kematian terjadi pada anak umur di atas 10 tahun dengan komorbid.

Apa saja penyakit yang memperparah kondisi anak dengan Covid-19? Yaitu jika anak menderita gagal ginjal dan keganasan.

“Terutama anak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Dan keganasan (seperti kanker) yakni keganasan seperti leukemia, tumor padat neuroblastoma, rabdomiosarkoma,” kata Prof Rismala dalam webinar, Jumat (4/6).

Prof Rismala menegaskan pasien-pasien anak tersebut datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang merupakan rumah sakit tersier rujukan nasional. Para pasien datang dengan komorbid, umumnya yang datang dengan kronis.

“Kami teliti Maret sampai Oktober 2020. Karena saat itu masih awal pandemi, maka masih ada rasa ketakutan di masyarakat takut datang ke rumah sakit. Mungkin pasien yang biasanya datang ke RS, lalu memilih menunda. Saat datang kami lihat kondisinya cukup berat,” ujarnya.

Penelitian dilakukan pada 490 pasien yang dilabeli pasien suspek dan probable. Lalu 50 pasien atau 10 persennya itu dinyatakan positif Covid-19. “Dari 50 positif, sebanyak 20 pasien anak di antaranya meninggal,” katanya.

Dari 20 pasien meninggal dengan tes PCR positif itu, kata dia, kondisi sang anak memang terjadi perburukan karena Covid-19, namun bisa juga tidak. “Ada juga yang asimtomatik atau tanpa gejala dan positif, ada juga yang sudah berat,” katanya.

“Pada penelitian ini memang belum bisa kita menyimpulkan bahwa, anak-anak ini murni kematiannya karena Covid-19,” tambahnya.

Dari 20 pasien anak yang meninggal, sebanyak 4 anak punya 1 penyakit komorbid 1. Sedangkan 16 pasien lainnya punya penyakit komorbid lebih dari 1. “Kebanyakan dengan gagal ginjal, dan pasien dengan keganasan,” paparnya.(bp/mhv/jawapos/hargo)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Jangan Remehkan Covid Pada Anak, 40 Persen dengan Komorbid Meninggal“. Pada edisi Jumat, 04 Juni 2021.
(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar