Kamis, 2 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jangan Suka Sedih, Kesedihan Bisa Bikin…

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Selasa, 28 Februari 2017 | 12:35 Tag: ,
  

Hargo.co.id– Pernahkah merasakan kesedihan mendalam hingga tubuh jatuh sakit? Ada penjelasan kesehatan mengenai hal itu, termasuk cara untuk bertahan melewati masa-masa buruk dalam hidup tersebut.

Kita sering mendengar tentang seseorang yang menanggung duka mendalam setelah kepergian sosok yang dicintai hingga kondisi fisiknya melemah. Yang terburuk, ada yang menyusul berpulang tak lama kemudian.

banner 728x485

Dr dr Minarma Siagian MS AIFM, staf pengajar Departemen Fisiologi FK Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa sebenarnya tubuh memiliki kemampuan untuk menghadapi kondisi apa pun. ”Yang mengatur adalah otak, yaitu pada sistem limbik,” ujarnya.

Sistem limbik terdapat di bawah korteks otak. Termasuk di dalamnya ada talamus, hipotalamus, dan hipokampus. Unsur emosi seperti sedih, senang, takut, marah, serta kenangan ada pada sistem limbik tersebut. ”Nah, sistem limbik kadang bisa lepas kendali,” ucap dr Minarma.

Apa yang terjadi pada tubuh saat stres datang? Tubuh sebetulnya dilengkapi alarm yang akan bereaksi saat muncul stres. Ada dua mekanisme pertahanan tubuh terhadap stres, yaitu fight or flight. Mengatasi stres atau kabur/menyerah.

Ada aksis hipotalamus-hipofisis serta korteks adrenal untuk membantu tubuh mengatasi stresor-stresor tersebut. Antara lain, gula darah dinaikkan, hormon-hormon yang meningkatkan tekanan darah dikeluarkan sehingga tubuh mampu melawan stres atau emosi yang muncul.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar