Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



#Jangan Takut Berkurban, Ini 5 Keunggulan Kurban di Dompet Duafa

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 5 Agustus 2019 | 09:00 Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Dompet Dhuafa kembali hadir mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan. Jika sebelumnya di Bulan Suci Ramadan, Dompet Dhuafa mengajak masyarakat dengan semangat “Jangan Takut Berzakat”. Jelang momen Idul Adha bulan Agustus nanti, Dompet Dhuafa mengajak warga seluruh Indonesia untuk Jangan Takut Berkurban, melalui program Tebar Hewan Kurban (THK).

Bagi Anda yang belum pernah berkurban melalui Dompet Dhuafa dan tidak mengenal lebih dalam lembaga ini, wajar saja jika muncul keraguan ketika berniat berkurban. Mengingat calon pekurban tidak langsung melihat hewan kurbannya. Selain itu, penyaluran hewan kurban juga lintas pulau, sampai ke daerah-daerah terpencil sehingga tidak memungkinkan pekurban untuk melihat langsung hewan kurbannya disembelih.

Namun, kekhawatiran itu bisa Anda singkirkan setelah menyimak tulisan ini. Pekan lalu, Dompet Dhuafa mengajak para pegiat media untuk mengunjungi salah satu sentra ternak mitra Dompet Dhuafa yang berada di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Para peserta tour tersebut melihat langsung pengelolaan hewan kurban ala Dompet Dhuafa.

Terpercaya sejak 1994, ini dia keunggulan kurban di Dompet Dhuafa yang bisa mengubah pemikiran Anda untuk #JanganTakutBerkurban.

Sesuai Syariah

Semua hewan kurban yang hasil ternak mitra Dompet Dhuafa sudah dipastikan sesuai dengan anjuran syariah. Hewan kurban berupa kambing dan domba dirawat dengan baik, bulu domba dicukur dengan rutin untuk menghindari jamur. Kandang ternak juga dijaga dengan baik kebersihannya.

Umur dari hewan kurban juga tak kalah diperhatikan. Untuk kambing atau domba, sudah dipastikan berumur satu tahun atau telah tanggal giginya.

Standar Dompet Dhuafa

Bukan hanya memenuhi standar syariah, hewan kurban juga memenuhi standar bobot yang telah ditentukan sendiri oleh Dompet Dhuafa. Hal tersebut untuk memastikan bahwa kualitas hewan kurban benar-benar dirasakan oleh pekurban. Untuk bobot minimal, kambing dengan bobot minimal 23 kilogram yang diperbolehkan untuk dikurbankan.

Walau kambing telah berumur satu tahun, sehat dan tanpa cacat, namun apabila bobotnya kurang dari 23 kilogram, tidak akan dipakai untuk berkurban. Selain itu, semua kambing yang dikurbankan juga merupakan kambing jantan, menyesuaikan dengan sunnah Rasul.

“Kami sangat straight dalam hal kualitas. Walau dalam pengecekan berat badannya itu 22,99 kg, tetap kita tidak loloskan. Ini untuk mengajarkan komitmen kepada mitra. Karena pelanggan adalah prioritas kami. Standar di Dompet Dhuafa sesuai syariah, tapi ditambah dengan standar bobot 23 kg dari kami. Semua pun juga berjenis kelamin jantan,” terang SPV Progam Community Development, Dompet Dhuafa, Muhammad Saifullah.

Quality Control

Untuk kembali memastikan kurban yang disalurkan sesuai dengan standar yang ditentukan, Dompet Dhuafa juga melakukan Quality Control(QC).

Dompet Dhuafa menggandeng tidak kurang dari 77 mitra yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia. Dengan QC, memastikan kualitas hewan kurban di tiap wilayah sesuai dengan standar, sebelum disalurkan kepada penerima manfaat.

Berdayakan Peternak Lokal

Menunaikan kebaikan melalui berdonasi kurban di Dompet Dhuafa dapat membantu meningkatkan taraf kehidupan peternak lokal dari segi ekonomis dan juga kualitas hewan-hewan ternak dalam negeri.

Program Tebar Hewan Kurban (THK) yang digagas Dompet Dhuafa disokong oleh program pemberdayaan peternak bernama Kampoeng Ternak Nusantara sebagai sentra ternak. Sentra ternak tersebut tersebar di 9 provinsi, meliputi Riau (Siak), Banten (Serang), Jabar (Cianjur, Kab Bandung, Subang), Jogja (Kulonprogo), Jatim (Madiun, Situbondo), Jateng (Boyolali), Sulsel (Luwu Utara, Maros), dan NTT (Ronting), dengan melibatkan kurang lebih 50 Pekerja/Mustahik. Keberadaan sentra ternak tersebut telah menghasilkan ternak untuk kurban THK sebanyak 2.117 setara doka (domba kambing).

Program Tebar Hewan Kurban dan pemberdayaan peternak yang dilakukan Dompet Dhuafa mendapat apresiasi dari peternak Artijo dari Situbondo yang sudah bermitra sejak 2012 lalu dengan Dompet Dhuafa.

Dengan adanya kemitraan dalam menebar hewan kurban bersama THK Dompet Dhuafa, peternak dari Situbondo, Artijo dan para peternak lainnya di Kelompok Peternak Kembeng Makmur mengaku perlahan-lahan perekonomian para peternak terus membaik. Pada periode THK tahun ini, Artijo dan kawan-kawannya mendapatkan kuota awal sekitar 315 ekor kambing kurban. Mereka pun berkomitmen untuk memberikan hewan kurban terbaik di THK Dompet Dhuafa.

Tebar kebahagiaan hingga pelosok negeri

Semangat #JanganTakutBerkurban tahun ini Dompet Dhuafa membawa target capaian Kurban di kisaran angka 30.000 ekor hewan kurban. Pendistribusian dagingnya menjangkau daerah-daerah pelosok, marginal, terluar dan termasuk wilayah terdampak bencana seperti Palu, Lombok, Banten, Samarinda dan Konawe.

Itulah 5 keunggulan yang dimiliki Dompet Dhuafa. Ayo bersama-sama untuk #JanganTakutBerkurban di Dompet Dhuafa. Bantu masyarakat yang lebih membutuhkan dapat merasakan lezatnya daging kurban di hari raya Idul Adha dan juga mengangkat keberdayaan peternak lokal.

Dapatkan harga spesial dan bayar kurbanmu hari ini.  Harga kambing standar Rp 1.875.000/ ekor dengan bobot kisaran 23-28 kg. Untuk harga kambing premium dengan bobot 29-35 kg dihargai Rp 2.975.000/ekor. Untuk Sapi sendiri di Dompet Dhuafa Anda bisa mendapatkan harga Rp 13.500.000/ekor.

Nantinya, pekurban juga akan mendapatkan laporan kurban secara lengpa dan update ketika dilakukan pemotongan.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar