Senin, 6 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jarang Masuk RS, Begini Sosok Medi Botutihe Dikalangan Keluarga

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 19 September 2016 | 09:46 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Keberhasilan pembangunan yang dilakukan Dr.(Hc). H. Medi Botutihe, Walikota Gorontalo periode 1998-2003 dan 2003-2008 tak akan pernah dilupakan masyarakat Kota Gorontalo.

Dimasa kejayaannya, Medy telah memberikan sumbangsi yang sangat besar bagi perkembangan Kota Gorontalo. Namun tuhan berkehendak lain, salah satu tokoh membangun Gorontalo tutup usia di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Aloe Saboe, Kota Gorontalo, Minggu (18/9) sekira pukul 20.40 wita tadi malam.

Dikatakan salah satu putra Medi Botutihe, Syukri Botutihe, tadi malam. Ia mengatakan, meski sudah berusia lanjut, namun Medi Botutihe selama ini dalam kondisi sehat. Memang ada beberapa keluhan, namun tidak pernah parah.

“Jarang (masuk rumah sakit) paling dihitung jari, paling hanya beberapa kali ke rumah sakit, tapi untuk opname itu jarang sekali,”ujar Syukri.

Medi Botutihe dimata keluarga adalah sosok ayah yang sangat bijaksana, dan bersahaja dengan semua anak serta cucunya. Syukri mengungkapkan, sejak Almarhum berhenti menjabat sebagai Walikota Gorontalo tahun 2007 silam, ayahnya tidak lagi berkecimpung dengan dunia politik.

Keseharian Medi Botutihe hanya dihabiskannya berkumpul dengan keluarga. Beragam kegiatan ia lakukan selama di rumah, seperti bermain dengan cucu, ataupun mengajak anak serta cucunya untuk berjalan-jalan.

Namun, disamping itu, Almarhum masih sering didatangi oleh sejumlah pejabat daerah, untuk meminta pendapat terkait kebijakan maupun program pemerintah baik di Kota, Kabupaten hingga di tingkat Provionsi Gorontalo.

“Terakhir kamis kemarin, beliau didatangi oleh Sekda Provinsi Gorontalo, Prof Winarni Monoarfa, untuk meminta nasehat darinya soal rencana pemberian gelar adat kepada ibu Winarni,”ujar Syukri dengan nada sedih.

Untuk kesehatan Almarhum sendiri diakui oleh Syukri, belakangan memang sudah mulai menurun. Ayahnya sering mengeluhkan sakit, terutama lima tahun belakangan ini.

“Bapak itu ada beberapa penyakit, seperti Diabetes, Kekurangan Garam, hingga hipertensi, tapi selama ini beliau alhamdulillah sehat, karena rajin melakukan terapi,” ujarnya.

Bahkan menurut Syukri, di hari ulang tahun ayahnya senin (12/9) kemarin, almarhum masih sempat meminta dibuatkan sebuah acara kecil-kecilan untuk merayakan hari ulang tahunnya.

“Kemarin pas ulang tahun, Bapak meminta untuk dibuatkan acara kecil, kongko-kongkow dengan teman-temannya yang sebagian besar adalah komunitas warung kopi,” ujarnya.

Saat itu, alamarhum masih terlihat sangat sehat, dan bercanda dengan teman-temannya.

Barulah pada kamis (15/9), almarhum mulai mengeluhkan sakit dibagian kepala sebelah kanannya. Namun, saat itu, almarhum masih beraktivitas seperti biasa.

Bahkan, sabtu (17/9) malam, almarhum masih sempat makan buah yang disiapkan oleh sang istri.

“Kejadiannya bisa dibilang cepat, waktu ayah tidur ibu mulai curiga karena tidak lagi terlihat seperti biasa, dan tidak bergerak makanya langsung kami bawa ke rumah sakit,” ungkapnya. Di rumah sakit, almarhum langsung mendapatkan perawatan dari tim dokter. “Sempat bernafas normal, tapi kemudian drop lagi dan langsung dipasangkan alat bantu pernafasan,” tambahnya. (tr-49/nat/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar