Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jawab Berbagai Masalah, Desa Harus Berinovasi

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Kab. Pohuwato , pada Tuesday, 16 October 2018 | 02:17 AM Tags:
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga menegaskan agar desa harus berinovasi guna menjawab semua tantangan, permasalahan serta harapan masyarakat. Ini ditegaskan saat membuka acara Bursa Inovasi Desa, di Gedung Ichsan Pohuwato Senin (15/10/2018).

“Tantangan desa dan kabupaten hampir-hampir tidak ada perbedaan. Dari perspektif tanggung jawab, bupati bertanggung jawab kepada masyarakat melalui DPRD, Kepala Desa pun bertanggung jawab kepada masyarakat melalui BPD. Dari perspektif tantangan malah tantangan yang terberat dihadapi oleh pemerintah desa. Karena dalam hitungan detik, menit dan waktu selalu berinteraksi dengan masyarakat. Masyarakat sangat menaruh harapan kepada kita pemerintah tidak terkecuali desa,” kata Syarif Mbuinga.

Lanjut katanya, dengan berinovasi pemerintah desa mampu merangkum beberapa kepentingan untuk dapat lakukan dalam waktu yang bersamaan dan dapat menjawab berbagai permasalahan.

“Sebagai contoh misalnya, Kepala Desa Malango Kecamatan Taluditi punya keinginan yang luar biasa untuk membangun Desa Malango dengan cepat. Tapi kondisi dan keadaan yang ada persis dengan apa yang kita alami. Daerah dan desa selalu ada keterbatasan kemampuan yang kita miliki. Tidak mungkin seketika kita bisa lakukan, kita bisa wujudkan. Maka paling tidak untuk mencapai sebahagian besar tujuan, sasaran dari harapan masyarakat dibutuhkan inovasi,” jelas Syarif Mbuinga.

Bagi Syarif Mbuinga, dalam berinovasi tidak harus berkhayal terlalu tinggi.  “Jangan angan-angan kita terlalu jauh. Karena kita pernah melakukan studi komparasi, kita lihat di Bogor, kita lihat di Jakarta, kita lihat di Bandung, kita lihat di Bali ada berbagai langkah inovasi yang luar biasa disana lantas kita mau paksakan di desa kita. Tidak salah kita mau mencontohi sesuatu yang sukses, tetapi apakah kondisi dan keadaan yang ada sama dengan yang ada di daerah kita. Karena terlalu tinggi khayalan kita, lantas kita semangat. Tapi hanya pada awalnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Tasrif Haras dalam laporannya menyampaikan, bahwa maksud pelaksanaan Bursa Inovasi Desa untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa.

“Akan solusi bagi penyelesaian masalah serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif,” pungkasnya. (ayi/gp/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar