Rabu, 2 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jawara WHTA 2016, Disbudpar Aceh Langsung Rapatkan Barisan

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 14 Desember 2016 | 11:21 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id ACEH – Hasil manis telah ditorehkan Provinsi Aceh. Itu setelah, daerah yang biasa disebut Serambi Mekkah itu menjadi salah satu jawara dari Indonesia di ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi, UEA, 24 Oktober-25 November 2016 yang lalu.

Aceh berhasil menyabet dua kategori yaitu World’s Best Airport for Halal Travellers 2016, Sultan Iskandar Muda Airport dan World’s Best Halal Cultural Destination 2016.

Apa makna awards itu? Bagi Provinsi Aceh? Apakah cukup berpuas diri dengan capaian yang sudah di tangan? Jawabannya: Tidak! Justru reputasi itu harus dipertahankan, harus bisa diwujudkan menjadi kekuatan destinasi halal yang konkret.

BACA  Jumlah WNI Terpapar Covid-19 Meningkat, Ini Kata Bamsoet

”Kami langsung rapatkan barisan, kami akan genjot empat pilar yang jadi konsentrasi kami dan kami tingkatkan pasca kemenangan. Itu adalah destinasinya, promosi-nya, industri dan sumber daya manusia,” kata Reza Pahlevi, Kadisbudpar Aceh.

Yang paling utama adalah kesiapan SDM. Reza baru-baru ini telah mengumpulkan ratusan supir taksi yang ada di Aceh agar bisa menerima dan mengelola wisatawan dengan baik saat mereka berkunjung.

BACA  Massa HRS Membeludak, Ruhut Mengaku Khawatir

”Kami ajarakan kepada mereka bahasa, dan cara-cara menyambut wisatawan dengan baik. Ini baru permulaan, karena ke depannya akan ada sertifikasi kompetensi yang akan kami kelola sendiri demi menyambut kemenangan WHTA ini,” ujar Reza.

Yang telah masuk agenda pelatihan kompetensi adalah, pelatihan guide, pengelolaan Hotel, Pelaku wisata alam atau adventrue, diving dan snorkling, dan sebagainya.

”Ini prioritas karena SDM atau sertifikasi kompetensi sangat menentukan.

BACA  Ribuan Warga Menolak Edukasi Protokol Kesehatan

Wisatawan akan nyaman jika SDM andal dan pelayanan menjadi baik,” kata Reza. Reza juga telah mempersiapkan beberapa event yang berkelas dunia, diantaranya adalah Sail Sabang yang akan diadakan di tahun 2017, Bada Aceh Coffe Festival 2017, Aceh Culiner Food 2017.

Kemenangan Aceh di kompetisi skala dunia itu juga disambut sumringah oleh tokoh dan ulama di Aceh. Salah satunya Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengapresiasi prestasi tersebut.

Laman: 1 2 3


Komentar