Sabtu, 30 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jejak Para Komplotan Curanmor yang Kerap Beraksi di Kota Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Minggu, 29 Januari 2017 | 22:17 WITA Tag: , ,
  


Diajari Residivis, Duit Hasil Penjualan untuk Hura-hura

GORONTALO, Hargo.co.id – POLISI berhasil mengungkap rangkaian pencurian kenderaan bermotor (Curanmor) yang meresahkan masyarakat Gorontalo dalam dua bulan terakhir. Mulanya ada empat tersangka yang ditangkap, Kamis (26/1) dua tersangka lainya menyerahkan diri. Seperti apa jejak mereka?

Dua pria dengan tato di sekujur tubuh, harus digotong aparat kepolisian saat ditunjukan ke publik pada konferensi Pers Polisi sebagai pelaku tindak pidana Curanmor, Rabu (25/1).

Masing-masing Hendrik watuna (29) warga Kelurahan Girian, Bitung, Sulut, dan Moh Irwan Gobel (19) Kelurahan Tuelei Kabupaten Toli toli, Sulteng.

Keduanya kesulitan berjalan karena kaki kiri dan kanan dilumpuhkan polisi dengan timah panas. Sementara dua pelaku lainya, Thorik Bahuwa (18) Warga Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo, dan Arif Domili (20) warga Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, berjalan dengan satu kaki.

Karena salah satu kaki juga dilumpukan polisi dengan peluru. Para komplotan Curanmor ini terpaksa didor karena berusaha kabur saat ditangkap.

Aksi mereka membawa lari sepeda motor orang cukup rapi, bahkan selama beraksi tak ada yang sampai ketahuan. Yang lain melakukan survey lokasi calon korban, yang lain bertindak sebagai eksekutor.

Aksi mereka juga dilakukan tengah malam atau subuh, ketika para korban terlelap. Aksi apik komplotan ini, ternyata diajari salah satu pelaku yakni Hendrik Watuna. Pria bertato asal kota Bitung, Sulut ini, merupakan residivis kasus pencurian di wilayah Sulut.

Awal mula pertemuanya dengan para pelaku lain, terjadi di salah satu tempat hiburan malam di Kota Gorontalo. Setelah cukup akrab, mereka kemudian mulai merencanakan pencurian sepeda motor.

Hendrik dan M.Irwan Gobel yang menjadi pemandu. Tatacara beraksi pun mereka ajari untuk empat pelaku lainya, yakni Arif Domili dan Thorik Bahua, serta Fahreza dan Velkianur.

Misalnya, cara mengawasi agar lokasi pencurian aman, maupun cara menghidupkan motor dengan kotak aki atau kunci T.

“Pelaku yang dari Bitung dan Toli-toli adalah otak pencurian, sepak terjang kedua pelaku juga sudah pernah masuk penjara dengan kasus narkoba dan pencurian,”terang Kepala Satuan Reserse dan Krinimal (Reskrim) Polres Gorontalo Kota, AKP Tumpal Alexander, SIK.

Loading spinner

Laman: 1 2


Komentar