Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jejak Para Komplotan Curanmor yang Kerap Beraksi di Kota Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Minggu, 29 Januari 2017 | 22:17 WITA Tag: , ,
  


Setelah cukup matang, pada awal november 2016, mereka kemudian beraksi. Awalnya terbagi dua tim, tim Hendrik dan tim Irwan Gobel. Mereka berhasil menggondol dua unit sepeda motor jenis matic.

Motor curian ini kemudian dijual dengan harga per unit Rp2,5 juta. Artinya mereka berhasil mendapatkan uang hasil penjualan sepeda motor curian Rp 5 juta.

“Kedua pelaku yang dari luar daerah belajar mencuri motor di daerah asalnya masing-masing kemudian di Gorontalo membina dan membagi pengetahuan mencurinya kepada para pelaku yang lainya,”jelas AKP Tumpal Alexander, SIK.

BACA  Sudah Sembilan Orang Dokter di Gorontalo Terpapar Covid-19

Uang hasil penjualan itu, kemudian dibagi-bagi. Per orang mendapatkan Rp 500 ribu. Karena mereka berenam, ada Rp 3 juta yang dibagi rata. Sisahnya Rp 2 juta, mereka gunakan untuk hura-hura dan pesta minuman keras. Uang itu sekejap habis. Setelah itu, mereka beraksi lagi.

Bahkan untuk mendapatkan curian yang lebih banyak, tim dibagi tiga, atau satu tim terdiri dari dua orang. Tapi sepandai-pandainya tupai melompat, tetap jatuh juga. Aksi para komplotan ini, tercium petugas.

Untuk menangkap mereka pun tidak mudah. Tim buser Polres Gorontalo Kota, bahkan harus membuntuti mereka selama dua hari. Itu pun ketika ditangkap, mereka melakukan perlawanan dan berusaha kabur.

BACA  Begini Cara TPID Gorontalo Jaga Inflasi di Tengah Pandemi Covid-19

Saat penangkapan hanya ada empat pelaku, Thohir, Arif, Hendrik dan Irwan. Dua pelaku lainya ketika itu diketahui sedang keliling-keliling di wilayah Kota Gorontalo untuk beraksi.

Untungnya, belum sempat membawa lari motor orang, dua pelaku yang diketahui bernama Fahreza (24), warga desa Bungalo, Telaga Jaya dan Velkianus (22) warga Desa Monano, Bonbol ini mendapat kabar jika komplotan mereka ditangkap polisi. Fahreza dan Velkianur kemudian melarikan diri.

BACA  Gubernur Dihubungi via Whatsapp, Diberitahukan Jika Seorang Bayi Butuh Pertolongan

Hanya saja, kabar jika empat orang rekan mereka didor petugas dan identitas mereka telah dikantongi polisi, pada Kamis (25/1) malam sekira pukul 23.30 wita, keduanya menyerahkan diri di Mapolres Gorontalo Kota.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Tumpal Alexander membenarkan penyerahan diri dua pelaku tersebut. “Sampai detik ini (tadi malam,red) Buser masih turun lapangan dalam melakukan pengembangan dalam kasus curanmor ini,” Ujaranya. (tr-49/hargo)

Laman: 1 2


Komentar