Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jelang Aksi Unjuk Rasa, Ini Penegasan Satgas Covid-19

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Minggu, 1 November 2020 | 19:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi. Unjuk rasa yang akan digelar dapat memicu meningkatnya penderita Covid-10. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Rencana masyarakat untuk menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (02/11/2020), nampaknya perlu dipertimbangkan. Pasalnya, Covid-19 berpotensi menyebar semakin luas ketika masyarakat berkumpul tanpa mematuhi protokol kesehatan.

“Kami imbau untuk mempertimbangkan tata cara penyampaian aspirasinya mengingat kondisi pandemi dan kasus yang masih tinggi. Utamakan selalu kepentingan kesehatan masyarakat,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Ahad (01/11/2020) seperti yang dilansir jpnn.com.

Terpisah, Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menyarankan masyarakat tidak melakukan unjuk rasa. Sebab angka penularan Covid-19 belum landai.

BACA  Penanganan Covid-19 di Kota Gorontalo, Sangat Baik

“Demonstrasi sangat berpotensi timbul adanya penularan Covid-19. Karena di situ masyarakat berkumpul dan berpotensi adanya penularan,” tuturnya.

Tri mengatakan unjuk rasa baru bisa dilakukan jika masyarakatnya patuh terhadap 3M seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan sebanyak 123 mahasiswa positif Covid-19 setelah unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja beberapa waktu lalu. Menurut Tri, ini menjadi bukti bahwa unjuk rasa berpotensi menularkan Covid-19.

BACA  Saat Vaksinasi Berlangsung, Protokol Kesehatan Harus Diterapkan

“Karena masyarakat berkumpul saat unjuk rasa dan berpotensi adanya penularan (Covid-19),” seru Tri Yunis.

Kekhawatiran kasus Covid-19 akan semakin bertambah karena aksi unjuk rasa juga disampaikan Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr M Adib Khumaidi. Dalam siaran persnya beberapa pekan lalu, dia menyampaikan unjuk rasa mempertemukan banyak orang yang sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik, tapi juga tidak mengenakan masker. “Berbagai seruan, nyanyian, maupun teriakan dari peserta demonstrasi tersebut tentu mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama Covid-19,” kata Adib.

BACA  Sebanyak 25 Orang Pengguna Jalan Langgar Perda Protokol Kesehatan

Per 31 Oktober, kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 410.088. Dari jumlah itu, sebanyak 337.801 (82,37%) sembuh dan 13.869 (3,38%) meninggal. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus paling tinggi. Sebanyak 98.206 kasus terinfeksi, 83.244 sembuh, dan 2.105 meninggal.(chi/jpnn/hg)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar