Rabu, 30 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jelang Idul Fitri, BI Gorontalo Siapkan Uang Baru Rp 343, 3 Miliar

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Ekonomi , pada Rabu, 13 Mei 2020 | 12:15 WITA Tag: ,
  Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo Budi Widihartanto. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Jelang lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan uang baru pecahan kecil senilai Rp 343,3 Miliar. Demikian penyampaian Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo Budi Widihartanto saat Bincang-Bincang Media (BBM) melalui video conference bersama sejumlah awak media, Rabu (13/5/2020).

“Kami berkomitmen menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp 343,3 miliar pada periode Ramadan dan Idul fitri tahun 2020,” tandas Budi.

BACA  70 Kader Soksi Gorontalo Dilatih Jadi Pengusaha Startup

Dikatakannya, layanan penukaran uang kali ini dapat dilakukan di 36 loket, yang terdiri dari 35 loket cabang Bank seluruh Gorontalo dan 1 loket melalui PT. Pegadaian Syariah cabang Gorontalo, terhitung mulai dari tanggal 29 April s.d. 20 Mei 2020.

“Bank Indonesia telah berkoordinasi dengan perbankan dan pihak lain, untuk memberikan layanan penukaran uang dengan tetap melaksanakan protokol pencegahan COVID-19 termasuk pada masa PSBB yang telah ditetapkan Pemerintah. Protokol dimaksud antara lain berupa penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing,” jelasnya dan menambahkan, uang baru yang diedarkan pihaknya itu layak dan higienis.

BACA  Sah! Berikut Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2021

“Uangnya kami karantina selama 14 hari. Kasnya disemprot dan memerhatikan higienitas SDM dan perangkat pengolahan uang. Selain itu juga melakukan pendistribusian uang secara tepat di tengah keterbatasan moda transportasi kepada kas titipan Bank Indonesia agar memiliki kecukupan persediaan uang secara nominal dan per pecahan,” imbuhnya.

BACA  Bantu UMKM Kopi Pinogu, Wujud Komitmen PLN dalam Pembangunan

Ia juga mengungkapkan, ramadhan dan idul fitri kali ini, diperkirakan kebutuhan uang baru pecahan kecil mengalami penurunan sebesar 40 % jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Penurunan itu sudah berdasarkan hitungan kebutuhan selama ramadhan, libur idul fitri, kebijakan dan stimulus pemerintah kepada masyarakat terkait penanganan dampak pandemi COVID-19, termasuk pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Gorontalo,” pungkas Budi.(rwf/hg)


Komentar