Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jelang Pilwako! Begini Jadinya Saat Marten Taha – SQB Bertemu

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 5 Mei 2017 | 16:14 PM Tag: , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Dua kandidat calon walikota yang ikut penjaringan calon pemilihan walikota-wakil walikota (Pilwako) partai Demokrat, masing-masing Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG)Prof. Dr. Syamsu Q Badu (SQB) dan Walikota Gorontalo Marten Taha, kemarin (4/5), bertemu di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Meski pertemuan dua figur calon walikota Gorontalo periode mendatang itu sama sekali tak ada kaitannya dengan kepentingan Pilwako, namun pertemuan keduanya banyak menyita perhatian para civitas akademika di kampus UNG.

Pertemuan Marten Taha dan SQB kemarin berlangsung dua kali. Pertama, pada acara wisuda sarjana di Auditorium UNG. Kedua saat rapat Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) UNG yang berlangsung di hotel Damhil.

Sejak penggadangan calon mulai menghangat, nama Marten Taha dan SQB masuk dalam bursa calon. Cukup wajar bila perjumpaan dua figur itu selalu lekat dengan kesan politik Pilwako.

Ini terbukti saat Marten Taha dan SQB keluar ruangan rapat Dewan Pengawas BLU UNG, peserta rapat sontak meminta keduanya untuk foto bersama. Seketika para peserta rapat langsung menghampiri keduanya untuk mengabadikan momen itu lewat jepretan kamera smartphone masing-masing.

Setelah mengambil foto, para peserta langsung mengupload di media sosial dan memunculkan banyak asumsi dan spekulasi. Ada yang berpandangan bahwa pertemuan Marten Taha dan SQB tersebut bisa menjadi isyarat untuk Pilwako. Keduanya bisa berpasangan atau berlawanan.

Saat diwawancarai, Walikota Gorontalo Marthen Taha menyambut baik langkah rektor UNG untuk maju di Pilwako 2018 mendatang. Hingga akhirnya mendaftar dalam penjaringan partai Demokrat untuk posisi calon Walikota. “Pencalonan dari pak Syamsu ini sangat bagus. Karena itulah demokrasi.

Memberikan ruang kepada siapa saja untuk bisa ambil bagian dalam politik,” ungkap Marthen Taha. Ditanya soal peluang untuk berpasangan di Pilwako, Marten Taha menyatakan, pihaknya belum mau berpikir sampai ke arah itu.

“Kalau untuk pasangan tentunya belum sampai ke ranah itu. Tergantung dari partai Politik yang akan mengusung kita. Siapa pasangan dengan siapa. Dan setiap figur punya kesempatan untuk maju dalam Pilwako,” ungkap Marthen Taha.

Sementara itu, rektor UNG, Prof. Dr. Syamsu Q Badu,M.Pd, mengatakan kalau walikota Marthen Taha adalah salah satu walikota yang sudah berhasil dalam membangun Kota Gorontalo. Diakuinya ada aspirasi dari masyarakat dan politisi yang meminta dirinya untuk berpasangan dengan Marthen Taha.

“Kalau bagi saya yang paling terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama dalam memajukan daerah. Kota Gorontalo ini butuh akselerasi dan harus fokus,” ungkap rektor UNG dua periode ini.(wan/jdm/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar